MAN 1 Sumedang dikenal memiliki perpustakaan yang nyaman dan lengkap. Tentunya, ada yang bekerja keras di sebalik pencapaian itu. Sebagian besar peserta didik di MAN 1 Sumedang gemar membaca. Tak terhitung berapa kali peserta didik bolak-balik ke perpustakaan untuk pinjam dan mengembalikan buku. Bahkan, tak jarang siswa menanyakan buku yang belum ada, dan pihak perpustakaan menampung permintaan tersebut dengan meminta pengunjung menuliskan buku yang diinginkan.
Perpustakaan tersebut hasil besutan Wiwi Pertiwi, S.S, kepala perpustakaan MAN 1 Sumedang. Pribadi yang tenang ini merupakan sosok yang ramah dan rendah hati. Sikapnya terhadap yang lebih tua maupun yang lebih muda selalu baik. Kepada yang lebih muda, atau juniornya, ia tak tanggung-tanggung dalam membimbing. Setidaknya itu yang dirasakan oleh Apip Muslim, salah satu staff perpus MAN 1 Sumedang. Secara terpisah Apip mengatakan, “Ketemu Bu Wiwi itu rasanya kayak ketemu sedulur tua. Kita nggak akan sungkan atau malu bertanya pada beliau. Senior yang sangat pengertian.*
Ada program yang menarik yang sudah dijalankan lama, yaitu penyemaian budaya baca bagi anak sekolah menengah pertama. Dalam hal ini, siswa-siswa MTs yang letaknya tak jauh dari MAN 1 Sumedang, diperkenankan membaca dan meminjam buku ke perpustakaan MAN 1 Sumedang yang dikenal degan Perpustakaan Standiesta. Salah satu pengunjung MTs menuturkan alasan mengapa senang meminjam buku di Pepustakaan Standiesta, menurutnya koleksinya selalu update dan banyak pilihan.
Selain menjadi kepala perpustakaan, Wiwi Pertiwi mengajar Bahasa Jerman. Beliau telaten dalam menjawab pertanyaan peserta didik dari penting hingga kurang penting. Tak ayal lagi, peserta didik pun merasa dekat.
Wiwi Pertiwi selalu berkarya, usia tidaklah menjadi penghalang. Perpustakaan juga sudah berbasis IT untuk presensi pengunjung dan data peminjaman. Ia bersyukur memiliki tim perpustaan yang Solid, yaitu Apip Muslim dan Aneu. bahu-membahu memilirkan terobosan dalam rangka inovasi. Perpustakaan memberikan penghargaan pada guru dan siswa pembaca terbanyak. Selain itu, sering mengadakan lomba menulis, tak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk guru. Wiwi, demikian sapaan akrapnya, mengatakan bahwa, “Bagaimana pun kita sama-sama tahu bahwa perpustakaan adalah jantungnya sekolah. Seorang yang pandai, akan merasa perpustakaan adalah rumah keduanya. Jadi saya berusaha membuat rumah kedua ini terasa nyaman,” pungkasnya.
Oleh : Wiwi Pertiwi, S.S
Guru bahasa Jerman
Kepala perpustakaan MAN 1 SUMEDANG
Kontributor : MAN 1 Sumedang
Editor : Partawijaya
