FAJARNUSANTARA.COM,- Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Zahratul Huda yang terletak di Dusun Gordah, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, menggelar acara Wisuda Santri Kelas 4 sekaligus Kenaikan Kelas 1-3.
Acara ini dilangsungkan di Majelis Zahratul Huda, Dusun Gordah, RT 01 RW 17, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, pada hari Minggu (25/6/2023).
Wisuda tersebut juga merupakan bagian dari Pengajian Rutin Akbar Syahriyahan Majelis Zahratul Huda ke-57 yang diadakan setiap minggu keempat dalam setiap bulannya.
Kegiatan tersebut diisi dengan istighatsah dan Tausiyah yang dipimpin oleh Kyai Muda Muhammad Dadang Rusmana, S.Pd.I, dan Da’i Ilham Muhammad Pauzi, S.Sos.
Kepala MDTA Zahratul Huda, Muhamad Dadang Rusmana, menjelaskan bahwa pendidikan di MDTA sangat penting untuk membekali peserta didik (santri) dalam memahami ilmu agama dasar, seperti tajwid, bacaan solat, dan doa sehari-hari.
Tujuannya adalah agar peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai ajaran Islam sejak dini dan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa lainnya.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan jama’ah dan aparatur pemerintahan Desa Margajaya, mulai dari Kepala Desa, Para Kadus, BPD, MUI, dan Pengurus Ranting NU Desa Margajaya. Kami mengucapkan selamat kepada wisudawan dan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan kami untuk mendidik putra-putrinya,” ujarnya.
Dadang memberikan pesan kepada santri yang diwisuda agar tetap semangat dalam menuntut ilmu agama dan tidak berhenti mengaji hanya karena telah diwisuda. Baginya, mencari ilmu tidak ada batasnya dan harus dilakukan sepanjang hayat.
“Ibu-bapak wali santri juga diharapkan terus mendampingi anak-anak dalam mendidik mereka agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah,” imbuhnya.
Menurut Dadang, jumlah santri di MDTA Zahratul Huda sebanyak 70 orang, dan yang diwisuda pada kali ini adalah santri kelas 4 sebanyak 7 orang.
Adapun juara pertama diraih oleh Alifa Despiani, putri dari Bapak Elom Lomri dan Ibu Ai. Juara kedua diraih oleh Anisa Nur Fitriani, putri dari Bapak Andri dan Ibu Neni, sedangkan juara ketiga diraih oleh Salsa Bila, putri dari Bapak Entis dan Ibu Mimin.
“Harapan kedepannya kegiatan wisuda ini terus berjalan setiap tahun, dan semoga pendidikan MDTA ini lebih diperhatikan oleh pemerintah, agar siswa/santri sejak dini dibekali ilmu agama dan pondasi aqidah keislaman,” pungkasnya.**
