Elemen mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jatinangor-Sumedang dan Aliansi Mahasiswa Sumedang menggelar unjukrasa penolakan kenaikan harga BBM di Depan Gedung DPRD Sumedang, Kamis (8/9).
Yaser Fahrizal Damar Utama, selaku Ketua Umum HMI Cabang Jatinangor-Sumedang, dalam aksinya menuntut dua hal kepada DPRD Sumedang.
“Dua hal yang kami minta untuk DPRD Kabupaten Sumedang menyatakan sikapnya,” tutur Yaser kepada wartawan.
Pertama, kata Yaser, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, kemudian yang keduanya menolak adanya tindakan represif terhadap aktifis diberbagai daerah yang melakukan unjukrasa terkait isu kenaikan harga BBM.
“Kami juga meminta dan menagih apa yang akan menjadi kebijakan DPRD Sumedang untuk masyarakat Sumedang terkait dengan naiknya harga BBM ini,” tuturnya.
Tadi juga disampaikan akan ada Bantuan Langsung Tunai (BLT), lanjut Yaser, ia mengaku sebagai mahasiswa berkomitmen untuk terus mengawal BLT supaya tepat sasaran.
“Jika ada masyarakat yang merasa jika bantuan langsung tunai ini tidak sesuai dan tidak tepat sasaran, kami dari mahasiswa siap menerima aduan dari masyarakat agar bisa kita tindak lanjuti,” katanya.
Sementara itu, ketua Komisi I DPRD Sumedang, Asep Kurnia, mengaku diberi waktu 7×24 jam oleh pimpinan aksi, untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan aspirasi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa.
“Kami menyambut baik aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa, dan segera bagi anggota fraksi yang tadi hadir bisa menyampaikan kepada rekan satu partainya yang ada di provinsi maupun di tingkat pusat,” kata Asep.
