Site icon Fajar Nusantara

Tertib Adminduk, Kades Mulyamekar Advokasi Pernikahan Lansia

Pasangan lansia Bah Aca (Caklik) dan Bi Nanih secara resmi telah menikah secara negara

Pasangan lansia Bah Aca (Caklik) dan Bi Nanih secara resmi telah menikah secara negara

Kepala Desa Mulyamekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Triyatna Noer, mengadvokasi warganya yang hendak menikah secara negara.

Bertempat di Kantor Urusan Agama Tanjungkerta, Selasa (25/1), telah menikah pasangan lansia, Caklik dan Nanih. Sebelumnya, menurut pengakuan Triyatna, pasangan lansia tersebut telah lama menikah secara agama. Namun sebagai Kepala Desa, tidak cukup melihat warganya menikah tidak tercatat negara. Untuk itu, dirinya akan terus menyisir warga yang tidak memiliki administrasi kependudukan, mulai dari akta kelahiran, buku nikah, Kartu Keluarga dan juga kartu Tanda Penduduk.

Kepala Desa Mulyamekar bersama rombongan pejabat desa lainnya foto bersama seusai akad nikah Caklik dan Nanih.

“Karena administrasi kependudukan itu sangat penting, maka, Desa Mulyamekar kedepannya akan benar-benar merapihkan data, dimulai dari data dasar kependudukan,” tuturnya.

Ia berharap, dengan menikahnya Caklik dan Nanih bisa menjadi contoh bagi warga lainnya untuk bisa menertibkan administrasi kependudukan. Sebagai Kepala Desa, dirinya akan berusaha membantu dan mengadvokasi warganya yang hendak berbenah soal Adminduk, semuanya gratis tanpa dipungut biaya.

“Alhamdulillah aparatur desa pun turun langsung kelapangan, menyaksikan pernikahan bah aca (Caklik) dan bi Nanih, pa Babin dan Kamtibmas juga ikut menyaksikan,” katanya.

Rombongan aparatur desa Mulyamekar foto bersama pasangan lansia Caklik dan Nanih.

Ia menjelaskan, saat ini Desa Mulyamekar sedang melakukan pembenahan data, dimulai dari data dasar kependudukan, bantuan sosial dan juga data-data geospasial.

“Saat ini Mulyamekar sedang mengembangkan Sistem Informasi Geospasial, semua data harus di amankan dalam sebuah aplikasi agar tidak tercecer,” katanya.

Sehingga, menurut Triyatna, jika kedepannya desa membutuhkan data, tidak harus nyari kesana kemari, tapi cukup buka satu aplikasi.

“InshaAllah Mulyamekar akan menerapkan Desa Satu Data,” pungkasnya.

Exit mobile version