FAJARNUSANTARA.COM- Fakultas Fisip UNPAD gelar mata kuliah diruang Publik didampingi Empat Dosen Pembimbing berikan pelatihan penulisan artikel dan opini Publik di Media masa, tak tanggung-tangung Narasumber mengundang langsung Tenaga Ahli Mentri Sosial Republik Indonesia Bidang Komunikasi, Try Harijono, Mantan Pimred Kompas. Selasa 31 April 2024.
Kegiatan tersebut dimotori langsung Dosen Pembimbing Wahyu Gunawan, pelaksanaan kegiatan tepatnya di Saung Budaya Sumedang, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang,acara digelar mulai dari pukul 09.18 wib sampai dengan gan pukul 12.00.wib.
Mahasiswa yang hadir yakni Fisip Universitas Padjadjaran jurusan Sosiologi Pemberdayaan, Sosioligi Pembangunan, Sosiologi Lingkungan, Pemberdayaan masyarakat dan sosiologi Organisasi.
Menurut Tenaga Ahli Kementrian Sosial Republik Indonesia Tenaga Ahli Bidang Komunikasi, Try Harijono mengatakan bahwa, kehadiran saya disini yakni sebagai Narasumber undangan dari Dosen Fisip Universitas Padjadjaran Wahyu Gunawan dari program studi Sosiologi, tentang bagaimana cara membuat artikel atau opini di media massa.
“Mahasiswa sangat antusias mengikuti pelatihan ini, menulis artikel dan opini bukan hanya sekedar menulis saja, tapi membuat sebuah karya ilmiah termasuk, menulis buku, saya kira antusiasme mahasiswa luar biasa hari ini,” ujarnya.
Try Harijoni menuturkan bahwa, ketika ingin bisa menulis maka kita harus sering membaca, tidak mungkin bisa menulis dengan baik jika tidak membaca, modal utama bisa menulis yakni, perbanyak membaca karena tidak membutuhkan effort yang tinggi tidak membutuhkan tenaga yang berat untuk membaca.
“Jika dibandingkan dengan menulis buku membutuhkan waktu 3- 4 bulan bahkan tahunan, tapi kalau membaca maka hanya dibutuhkan 1-2 hari maksimal satu buku satu minggu sudah selesai, maka saya dorong mereka jika ingin menulis bagus maka harus diperbanyak membaca buku, membaca adalah jendela Dunia,” ujarnya.
Dikatakannya, sekarang ini artikel sangat penting buat di media massa guna mengedukasi masyarakat tentang suatu persoalan dari kalangan akademisi, selain itu adalah sumbangsih dari kalangan akademisi termasuk mahasiswa memberikan pemikiran terhadap solusi-solusi yang terjadi di masyarakat.
“Karena artikel pada dasarnya adalah adu gagasan dan adu ide, hasil karya para intelektual dari kalangan perguruan tinggi terhadap persoalan yang ada di masyarakat, jadi perguruan tinggi bukan hanya berdiri sebagai menara Gading yang hanya indah dari jauh, tapi harus terlibat dalam persoalan-persoalan masyarakat, tetapi harus terlibat langsung memberikan solusi terhadap persoalan yang ada ditengah – tengah masyarakat,” tandanya.
