Site icon Fajar Nusantara

Susunan Pengurus Forum Anak Sumedang Tandang 2025 Ditetapkan, Bupati Dony Tekankan Peran Bunda Forum Anak

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat mengukuhkan pengurus Forum Anak Sumedang 2025. (Foto : Istimewa)

Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi mengukuhkan Forum Anak Sumedang Tandang 2025 sekaligus Bunda Forum Anak. Acara berlangsung di Gedung Negara Kabupaten Sumedang pada Jumat (3/10/2025) bersamaan dengan gelaran Festival Anak Sumedang Simpati.

Adapun susunan pengurus Forum Anak Sumedang Tandang 2025 yaitu Muhammad Farid Suherman (SMAIT Insan Sejahtera) sebagai Ketua, Azkafida Jihan Ara (SMAIT Insan Sejahtera) sebagai Wakil Ketua, Hazkia Nurul Inatsya (SMAN 1 Cimalaka) sebagai Sekretaris I, Annisa Sri Nugraha (SMKN 2 Sumedang) sebagai Sekretaris II, Baziqa Bellamy Puteri (SMAN 1 Sumedang) sebagai Bendahara I, dan Mohammad Faris (SMAN 1 Sumedang) sebagai Bendahara II.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan pengukuhan ini bukan hanya seremoni semata. Menurutnya, keberadaan Bunda Forum Anak menjadi simbol kasih sayang, perhatian, dan perlindungan bagi anak-anak di Sumedang.

“Ini sebuah kegiatan yang tidak hanya simbolik atau seremonial, tapi yang pertama untuk Bunda Forum Anak, ini menjadi sebuah simbol kasih sayang, simbol cinta kasih, simbol perhatian, dan simbol perlindungan,” kata Dony kepada wartawan.

Dony menjelaskan, peran Bunda Forum Anak layaknya seorang ibu yang harus memastikan aspirasi dan mimpi anak-anak dihargai.

“Layaknya seorang ibu kepada anaknya, karena Bunda Forum Anak ini harus memastikan setiap anak-anak di Sumedang didengar keinginannya, aspirasinya, kemudian dihargai setiap keinginan dalam mimpi-mimpinya dan hak-haknya di dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak harus memiliki ruang aman dan nyaman untuk tumbuh menjadi generasi tangguh.

“Untuk itulah anak-anak Sumedang harus diberikan ruang yang aman, nyaman, yang bisa menstimulus, merangsang, dan memotivasi tumbuh kembang anak-anak kita sebagai anak-anak yang tangguh, cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah, yang akan menerangi masa depan Sumedang,” tutur Dony.

Bupati juga mencontohkan konsep sekolah ramah anak yang dinilainya sangat penting.

“Contohnya sekolah ramah anak, sekolahnya rapi, bersih, tertib, sampahnya tertata, toiletnya bersih, kantinnya pun bersih, makanannya tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, kemudian tidak ada tanaman berduri, tidak ada pagar kawat berduri yang bisa membahayakan anak-anak, serta tidak ada bullying,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sumedang, Aceng Solahudin Ahmad, menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal masa depan anak-anak Sumedang.

“Dinas kami mempunyai kewajiban untuk mengantarkan anak-anak kita menuju masa depan yang kuat, hebat, berkualitas, dan unggul. Tentunya pada hari ini kita akan melindungi, karena anak-anak termasuk komunitas yang rentan, jadi harus dilindungi hak-haknya dan inspirasinya harus kita tampung, maka ada Forum Anak,” kata Aceng.

Menurutnya, Forum Anak bukan hanya wadah pelopor, tetapi juga inspirator.

“Tidak hanya sekadar forum anak sebagai pelopor, namun juga sebagai inspirator untuk mau memperhatikan, sehingga mereka siap mengidentifikasi masa depan mereka. Jadi tugas kami adalah bagaimana caranya Kabupaten Sumedang menjadi Kabupaten Layak Anak lewat Bunda Forum Anak yang menjembatani program-program pemerintah,” pungkasnya.

Exit mobile version