FAJARNUSANTARA.COM- Dalam upaya menurunkan tingkat inflasi di Kabupaten Sumedang, Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang bekerjasama erat dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang serta berkolaborasi dengan kelompok tani.
Hal ini dilaksanakan sesuai dengan perintah Penjabat (PJ) Bupati Sumedang, Herman Suryatman, pada hari Jumat, 13 Oktober 2023.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Tono Suhartono, menyampaikan informasi penting ini melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, dr. Mursid.
Menurutnya, Dinas Perikanan dan Peternakan bertanggung jawab menyediakan daging ayam, telur, dan ikan, sementara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyediakan sayur-sayuran, beras, dan bahan pangan lainnya.
“Dalam kerja sama ini, Dinas Perikanan dan Peternakan memberikan subsidi untuk daging dan ikan yang dijual, khususnya telur dibagikan bersama dengan KKN Tematik,” ujarnya.
Hingga saat ini, kata ia, tercatat bahwa dalam dua hari operasi pasar, telah dikeluarkan sebanyak 1 kwintal 11 kilogram daging ayam serta berbagai jenis ikan, seperti ikan lele dan nila.
Toni Suhartono juga menjelaskan beberapa harga bahan pokok penting yang kami sediakan dalam Operasi Pasar murah sebagai berikut,
“Harga Eceran Tertinggi (HET) daging ayam boiler seharusnya sebesar 36 ribu per kilogram, tetapi kami menjualnya dengan harga 32 ribu per kilogram.
Demikian pula untuk telur, HET sebesar 27 ribu per kilogram, namun kami tawarkan dengan harga 25 ribu. Begitu juga dengan ikan lele, HET sebesar 27 ribu per kilogram, tetapi kami jual dengan harga 25 ribu per kilogram.
Terakhir, untuk ikan nila, HET sebesar 34 ribu per kilogram, namun kami jual dengan harga 32 ribu per kilogram,” urainya.
“Operasi Pasar ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumedang dengan harga bahan pokok yang lebih terjangkau, serta membantu menekan tingkat inflasi di daerah ini,” pungkasnya.**
