Site icon Fajar Nusantara

Santri Berprestasi Tembus Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia, Al-Aqsha Menjadi Miniatur Pendidikan

Acara Wisuda Santri - Santriwati SMA Ponpes Modern Al Aqsha (Foto: Istimewa)

FAJARNUSANTARA.COM,-Kepala Sekolah Ponpes Modern Al-Aqsha, Ustad Apip Hadi Susanto, mengumumkan perpisahan yang berlangsung di lembaga pendidikan pondok modern Al-Aqsha unit SMA.

Pada hari Ahad, 4 Juni 2023, dilakukan acara wisuda bagi santri kelas akhir, khususnya siswa SMA kelas 12 yang berjumlah 129 orang. Minggu 4 Juni 2023.

Dalam rapat pleno, hasilnya menyatakan bahwa semua santri telah lulus. Mereka siap untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu strata satu (S1) di perguruan tinggi.

Sejak bulan Maret lalu, telah dilakukan seleksi melalui jalur undangan yang melibatkan 54 siswa. Dari hasil seleksi tersebut, 10 siswa diterima di perguruan tinggi negeri terbaik Indonesia.

Salah satunya, seorang santri kami berhasil diterima di Universitas Indonesia, serta ada pula yang diterima di Universitas Padjajaran, Universitas Padjadjaran, dan UpI, serta perguruan tinggi lainnya.

Selain itu, beberapa santri juga sedang menjalani tahap seleksi untuk melanjutkan studi S1 di Al Azhar Kairo, Mesir.

Informasi ini disampaikan oleh tim yang telah dibentuk untuk menangani kelulusan santri yang melanjutkan ke luar negeri.

Tahap awal seleksi telah berhasil dilalui, namun kami masih membutuhkan konsentrasi dan bimbingan yang keras agar tahap berikutnya dapat diterima di Universitas Al Azhar Kairo.

Sementara itu, kami lebih memprioritaskan penerimaan siswa di SMP, dengan target sebanyak 10 rombongan belajar, sementara untuk SMA hanya 5 rombongan belajar.

Hal ini disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana yang kami miliki. Kami hanya menerima siswa sesuai dengan target yayasan, dalam hal ini lembaga.

Namun, kami berusaha memaksimalkan kapasitas 5 rombongan belajar tersebut, dan alhamdulillah, untuk tahun ini target tersebut telah terpenuhi.

Perlu diingat bahwa juga, tidak semua siswa SMP yang telah diwisuda, sebanyak 277 siswa, melanjutkan ke SMA kami. Hanya sejumlah siswa yang memenuhi kuota 5 rombongan belajar, sekitar 180 siswa.

Kami juga merasa bangga karena santri kami berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain daerah Jawa Barat yang merupakan miniatur dari provinsi tersebut, ada juga santri yang berasal dari luar Jawa, seperti Danau Toba, Sumatera Utara, dan Riau.

Tantangan kami saat ini adalah bagaimana mengakomodir semua pendaftar, termasuk santri dari luar Jawa. Kami berharap Al-Aqsha dapat menjadi miniatur Indonesia di masa depan.

“Sebagai warga Jatinangor, kami bangga dengan reputasi kecamatan kami yang kaya akan dunia pendidikan,” pungkas Kang Apip sapaan akrab Ustadz Apip Hadi Susanto.***

Exit mobile version