Site icon Fajar Nusantara

PTM Bambu Sauyunan Desa Kandang Mukti Berharap Adanya Pembinaan Bagi Atlit Tenis Meja

Pengurus PTM Bambu Sauyunan Desa Kandang Mukti Kecamatan Leles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat (Foto:Istimewa)

FAJARNUSANTARA.COM,-GARUT,- Cabang Olah Raga Tenis Meja banyak digandrungi Masyarakat, banyak bermunculan Persatuan Tenis Meja (PTM) di Sejumlah Desa bahkan dalam satu desa bisa ada dua atau tiga PTM yang diisi oleh pemain Usia Lanjut maupun Muda. Senin 5 Desember 2022.

Seperti pantauan yang media fajrnusantara.com lakukan di Desa Kandang Mukti, yang memiliki PTM dengan nama yang cukup unik yakni Bambu Sauyunan digawangi oleh Bapa Eko sebagai Ketuanya dan Abdul Kholik pemain sekaligus melatih anak anak mudanya.

Sementara menurut Eko Ketua PTM Bambu Sauyunan Desa Kandang Mukti didampingi Abdul Kholik mengatakan, Alhamdulillah selama empat tahun berjalan PTM kami banyak menuai prestasi baik ditingkat wilayah Garut bagian Utara maupun tingkat kabupaten Garut.

Dulu, saya juga sebagai pemain kata Kholik, ya cukup lumayan lah, tapi karena usia jadi kita hanya membimbing anak anak muda untuk bermain Tenis Meja, dan Alhamdulillah ada tiga anak muda yang sekarang cukup bersinar di Kabupaten Garut.

Diantaranya, Andre Herdiansyah (15) Dusun Kandang Tengah RT.06 RW.03 Desa Kandang Mukti, Juara II SE Garut yang digelar Yayasan Jamiatun Masih Desa Cikembulan Kecamatan Leles pada tanggal 5-6 November 2022.

“Dan ada dua orang anak yang sekarang masih mengenyam pendidikan sekolah yakni, Ridho Saputra Pratama (13) SMP Persis I 160 Leles.kelas VII, Miftah Fauzi (14) 2009 MTS Darul Fitri Leles Kelas VIII, yang bakatnya sudah keliatan,” ungkapnya.

Pengurus PTM Bambu Sauyunan bersama Tiga Atlit Tenis Meja Berbakat Desa Kandang Mukti

Sebenarnya saya, Kholik Berujar, sangat berharap adanya jenjang pembinaan dari Pemerintah bagi atlit tenis meja sejak usia dini, karena selama ini meraka dilatih hanya oleh alam, termasuk saya, bisa karena sering bermain jadi Uyuhan (untung – untungan) bisa juara juga,

Ketika, pembinaan da pelatihan didapat oleh anak anak oleh guru yang berkompeten, maka, saya yakin mereka akan berprestasi jauh lebih baik, dan bisa mengangkat nama baik wilayah ya setidaknya bisa naik jenjang mereka jadi Atlit Porkab.

Terakhir Kholik menyampaikan, jika hanya bertanding dalam turnamen seperti biasa tanpa ada jenjang ketingkat lebih tinggi itu kurang memotivasi mereka, tetapi jika jenjan karirnya jelas, saya yakin anak – anak akan semakin semangat.

“Berangkat dari semua itu, saya berharap Pemerintah dapat memperhatikan para Atlit Tenis Meja sejak dini di pelosok-pelosok Desa, supaya bisa jauh lebih baik dunia pertenis mejaan ini memiliki karir yang jelas?,” Pungkasnya.***

Exit mobile version