Site icon Fajar Nusantara

Polisi Tanam Jagung, Ketahanan Pangan Digeber

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM – Kepolisian Sektor Jatinangor menggelar penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Kapolri yang mewajibkan setiap polsek menanam jagung minimal seluas satu hektare.

Polsek Jatinangor mulai mengeksekusi program penanaman jagung sejak awal tahun 2026. Program ini melibatkan lintas unsur pemerintahan dan masyarakat, mulai dari kepolisian, kecamatan, hingga pemerintah desa.

Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas mengatakan kegiatan tersebut dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai pihak. Kamis 29 Januari 2026.

“Kegiatan kami hari ini dimulai dari jam 09.00 bersama Forkopimcam, camat, Danramil, BPD, serta seluruh kepala desa di Kecamatan Jatinangor. Kami melakukan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026,” kata Rogers.

Ia menjelaskan, program penanaman jagung ini merupakan perintah langsung dari Kapolri. Setiap polsek mendapat tanggung jawab untuk mengelola lahan tanam seluas satu hektare. Polsek Jatinangor sendiri telah merealisasikan target tersebut di awal tahun.

“Setiap polsek mendapat tanggung jawab menanam jagung satu hektare. Untuk tahun 2026 ini, Polsek Jatinangor sudah melaksanakan penanaman satu hektare, dan ada juga lahan sekitar satu hektare yang sebentar lagi akan panen dua hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.

Menurut Rogers, lokasi panen berada di wilayah Sisi Besi, Kecamatan Jatinangor. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak semata bersifat seremonial, tetapi menjadi kontribusi nyata kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan.

“Harapan kami jelas, memenuhi program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Ini demi kepentingan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang selama ini dirasakan semakin berkurang,” kata dia.

Melalui program ini, Polsek Jatinangor berharap hasil panen jagung dapat membantu memperkuat ketersediaan pangan lokal sekaligus mendorong kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.**

Exit mobile version