FAJARNUSANTARA.COM- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumedang menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Selasa (28/11).
Acara ini menggandeng perangkat Kecamatan dan para Kepala Desa setempat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penggunaan listrik yang aman.
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan listrik secara bijak.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar dan memahami cara menggunakan listrik secara bijak untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Tim K3L PLN UP3 Sumedang dalam acara ini menyampaikan sejumlah materi, seperti pemasangan instalasi yang aman, jarak aman bangunan dengan jaringan listrik, hingga pencegahan potensi bahaya kelistrikan.
Masyarakat juga diajak untuk selalu waspada terhadap potensi kecelakaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Kecamatan Tanjungkerta, Enceng Soleh, yang turut hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi langkah proaktif PLN.
“Kami mengapresiasi langkah PLN yang proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran bersama,” kata Enceng.
Dalam kesempatan terpisah, General Manager PLN UID Jawa Barat, Agung Murdifi, menekankan komitmen PLN untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami berharap pemberian edukasi tentang penggunaan listrik yang aman dapat meminimalisir potensi bahaya kelistrikan. Masyarakat jadi lebih tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sehingga lebih nyaman dan aman menikmati listrik di mana pun,” jelasnya.
Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya PLN untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kelistrikan. Dengan langkah ini, PLN berharap masyarakat lebih bijak dalam menggunakan listrik demi mencegah insiden yang merugikan.**
