FAJARNUSANTARA.COM – Pimpinan Umum Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Abuya Prof. Dr. (H.C.) KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir al Manafi, MA, menyampaikan pesan khusus dalam pengajian rutin Majlis Ta’lim Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Cabang Pangaduan Heubeul, Sumedang Utara, Minggu (2/3/2025).
Dalam ceramahnya, Abuya menekankan pentingnya menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H dengan memperbanyak amal sholeh dan menjaga diri dari hal-hal yang merusak pahala ibadah puasa.
“Kita harus siaga satu menyambut Ramadhan dengan warna-warni amal sholeh. Jangan hanya fokus pada ibadah wajib, tapi perbanyak yang sunnah setelah yang fardhu,” ujar Abuya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjauhi perkara yang makruh, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, sholawat, serta memperbanyak dzikir dan doa, khususnya saat berbuka dan sahur.
Dalam tausiyahnya, Abuya juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan hati selama Ramadhan. Ia mengingatkan agar umat Islam menjauhi gibah, namimah (adu domba), fitnah, serta konten-konten negatif yang bisa merusak pahala puasa.
“Periksa hasil konten kita. Jangan sampai ada gibah, adu domba, atau hal-hal yang mengandung dosa. Jangan asal share tanpa berpikir dampaknya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abuya juga menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah, termasuk memperbanyak i’tikaf sejak awal bulan, bukan hanya di sepuluh hari terakhir.
Salah satu pesan utama Abuya adalah agar umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar ajang konsumsi dan perayaan duniawi.
“Jangan jadikan Ramadhan untuk perut, tapi untuk hati. Kalau Ramadhan perut, yang diutamakan hanya makanan, pakaian, dan jalan-jalan. Tapi kalau Ramadhan hati, yang utama adalah semakin dekat dengan Allah,” ujar Abuya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak istighfar, tafakur atas kebesaran Allah, serta berdoa agar mendapatkan keberkahan Ramadhan.**
