FAJARNUSANTARA.COM,- Komunitas seni Yayasan Sukma Sajati menggelar rangkaian acara dalam memperingati hari lahir Pancasila dan bulan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 2023.
Ribuan Warga Antusias mengikuti acara yang digelar dilapang Sepak Bola Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, acara semakin semarak dengan kehadiran Maruarar Sirait yang akrab di Panggil Bang Ara.
Kehadirannya disambut langsung Tarian Mini Kolosal, Tampilan Pencak Silat, dan seni tari yang lainya, serta sejumlah penghargaan diserahkan Bang Ara dan Sukma Sajati bagi Sejumlah Seniman.
Sementara menurut Rusanto Joko Prakoso yang lebih Familiar dipanggil Joko Loyor, Ketua Yayasan Sukma Sajati, mengungkapkan bahwa ratusan pelaku seni dari Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang turut memeriahkan acara ini.
Mereka menampilkan kreativitas terbaik mereka, mulai dari penampilan ratusan barong, tari jaipong, pencak silat, kuda renggong, hingga sisingaan.
Joko menyatakan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk memperingati harlah Pancasila. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh seniman yang telah berpartisipasi dalam menjayakan acara ini.
Maruarar Sirait, Pembina Yayasan Sukma Sajati, mengungkapkan betapa pentingnya menghormati sejarah. Ia menekankan bahwa pada hari ini, kita dapat membahagiakan orang tua, masyarakat, rakyat, dan negara dengan cara ini.
“Saya hari ini, berbagi pengalaman serta mengajarkan ajaran kepada anak muda agar jangan lupa sejarah, bahkan harus membuat sejarah, yakinlah jika sudah waktunya akan membuat sejarah dengan doa dan kerja keras,” ujarnya.
Maruarar Sirait, yang akrab dipanggil Bang Ara, juga menyampaikan bahwa kegigihan Bung Karno dalam memerdekakan bangsa patut ditiru. Bagi mereka yang ingin seperti Bung Karno, harus memiliki cita-cita yang tinggi.
“Bung Karno pernah mengatakan, ‘Jadilah elang dan rajawali, terbanglah ke langit yang tinggi, biarpun kalian jatuh, jatuhlah di antara bintang-bintang’,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa ia bersama seniman lainnya datang ke Sumedang untuk berbagi berkah, dengan memberikan 1000 paket kepada seniman dan masyarakat secara ikhlas.
“Saya datang bersama istri, dan ingin menyampaikan bahwa politik itu suci, politik tidak bisa dilakukan tanpa kepentingan. Bukan hanya saat kampanye, kita harus baik terhadap para konstituen dan para pemilih. Politik bisa memiliki martabat dan kemanusiaan,” tandasnya.***
