Site icon Fajar Nusantara

Penjual Lahang, Minuman Tradisional yang Masih Terus Bertahan

Penjual Lahang yang sedang Keliling diwilayah Jatinangor, (Foto: Istimewa)

FAJARNUSANTARA.COM – Lahang, minuman tradisional khas Sunda, masih tetap bertahan di tengah gempuran minuman modern. Salah satu penjaja lahang, Tatang Kusmana, warga Desa Pasir Biru, Dusun Ciesepan, RT 02 RW 08, mengaku sudah puluhan tahun menjalani profesi sebagai penyadap dan penjual lahang keliling. Kamis 13 Februari 2025.

Setiap hari, Tatang memulai aktivitasnya selepas salat subuh. Dengan menaiki mobil, ia menuju daerah-daerah yang menjadi lokasi berjualannya, seperti Sumedang Kota, Tanjungsari, Jatinangor, hingga ke luar kabupaten seperti Cileunyi, Kabupaten Bandung. Sesampainya di lokasi, ia berjalan kaki menjajakan lahang kepada pelanggan setianya.

“Saya sudah berjualan lahang sejak muda. Ini mata pencaharian utama saya, dan Alhamdulillah hasilnya cukup untuk menghidupi keluarga,” ujar Tatang saat ditemui di sela aktivitasnya.

Tatang yang memiliki empat anak laki-laki—dan satu anak perempuan yang telah meninggal—mengandalkan penghasilan dari menjual lahang dan bertani umbi-umbian.

“Sampai sekarang saya tidak punya pekerjaan lain. Berjualan lahang ini sudah cukup bagi saya,” katanya.

Meski banyak minuman kemasan beredar, lahang tetap diminati karena rasanya yang khas dan menyegarkan. Tatang berharap minuman tradisional ini tetap lestari dan semakin dikenal oleh generasi muda.**

Exit mobile version