Oleh : Jaka Fadlika, S.Pd
( Guru Matematika MAN 1 Sumedang )
Matematika merupakan salah satu ilmu yang memilki peranan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Peserta didik memerlukan kemampuan berpikir kritis yang tinggi karena, berperan penting dalam penyelesaian suatu permasalahan mengenai pelajaran matematika.
Selain itu, peserta didik diharapkan mampu berpikir mencapai hasil, guna mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana, Keberhasilan proses belajar mengajar matematika bisa diamati dari keberhasilan peserta didik.
Keberhasilan itu sendiri dapat dilihat dari tingkah laku peserta didik, pemahaman dan penguasaan materi serta pencapaian hasil yang dapat dilihat dari perolehan nilai tes. Kesulitan peserta didik dalam menghadapi pelajaran matematika,
Bisa juga, disebabkan oleh berbagai hal seperti penyampaian materi yang kurang menarik dari guru, keterbatasan waktu, pengelolaan kelas yang kurang terprogram dan kondisi kelas yang tidak memungkinkan.
Sehingga akan mempengaruhi konsentrasi peserta didik untuk menerima pelajaran. Motivasi belajar berkaitan erat dengan peningkatan mutu pendidikan, karena jika motivasi belajar peserta didik baik maka akan berbanding lurus dengan hasil belajar yang diraihnya.
Realita yang terjadi, yakni pada kelas yang saya ampu khususnya kelas IPS, sebagaian besar peserta didik terlihat tidak memiliki keinginan belajar yang tinggi, hal tersebut terlihat ketika pembelajaran sebagian besar peserta didik tampak tidak semangat dalam menyimak pembelajaran maupun dalam pengerjaan tugas,
Bahkan terkadang eksperesi yang diperlihatkan mereka seperti belajar dengan keterpaksaan, gejala-gejala tersebut menunjukkan bahwa peserta didik tidak memiliki motivasi yang kuat dalam belajar matematika sehingga berdampak terhadap menurunnya hasil belajar mereka.
Berdasarkan hasil refleksi dan wawancara dengan teman sejawat, motivasi belajar Matematika, peserta didik yang kurang tersebut muncul dikarenakan guru mendominasi pembelajaran dan metode pembelajaran nya cenderung monoton, tanpa media.
Sehingga pembelajaran di dalam kelas tidak menarik dan bermakna, peserta didik menjadi pasif dan tidak ada keinginan belajar.
Peran guru pada abad 21 ini sebagai mentor, fasilitator, kolabolator sumber daya dan mitra belajar, guru harus mengubah paradigma yang tidak hanya berfokus kepada konten namun berfokus pula pada pengembangan kreatifitas dan keterampilan belajar mandiri peserta didik.
Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi menarik dan bermakna.
Dalam pemilihan model pembelajaran dalam proses pembelajaran harus tepat dan perlu pemikiran dan penerapan yang matang. Agar tujuan pembelajaran matematika dapat terwujud, maka perlu suatu perencanaan dalam pembelajaran matematika di kelas dan metode pembelajaran yang sesuai.
Salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik peneliti menggunakan model Problem Based Learning (PBL), karena pada model PBL peserta didik dihadapkan untuk berinteraksi dengan kelompoknya sendiri atau dengan kelompok lain.
Sehingga membangkit¬kan rasa ingin tahunya untuk melakukan penyelidikan, dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dengan adanya pan¬duan dari guru.
Dengan demikian peserta didik akan merasa senang dan tertantang, terhadap pembelajaran matematika sehingga motivasi dalam mem¬pelajari matematika.
Hal tersebut senada dengan pendapat Zebua (2021) Model Pembelajaran Problem Based Learning itu dapat membuat siswa memiliki motivasi dalam belajar matematika karena langsung dikaitkan dengan dunia nyata sehingga siswa merasa matematika itu sangat berguna dan motivasi itu akan muncul.
Selain pemilihan model yang tepat penggunaan media juga mempengaruhi motivasi belajar siswa hal tersebut diungkapkan oleh Suratman (2019) Pentingnya penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran matematika dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar .
Pengetahuan matematika akan lebih baik jika siswa mampu mengkonstruksi melalui pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya.
Untuk itu, keterlibatan siswa secara aktif sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan media pembelajaran berbasis computer siswa dapat merespon pembelajaran yang disajikan oleh guru.
Sehingga minat belajar siswa dapat meningkat, salah satu media yang dapat digunakan dalam mempelajari matematika adalah Aplikasi Quizizz, Quizizz merupakan sebuah aplikasi game yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Agar siswa lebih berantusias dalam mengikuti pelajaran, dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang menyenangkan.
Siswa lebih mudah mendapatkan pengalaman belajar atau mendalami pokok materi pelajaran. Pemanfaatan aplikasi Quizizz ini diharapkan mampu menggugah semangat belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika (Mulyati : 2020)
Langkah-langkah yang dilakukan penulis untuk menghadapi tantangan lemahnya motivasi peserta didik dalam mempelajari matematika antara lain:
1. Menentukan model belajar Problem Based Learning sebagai model belajar inovatif, tahapan-tahapan dalam PBL yaitu mengorientasi peserta didik terhadap masalah, mengorganisasi peserta didik, membimbing peserta didik dalam penyelidikan individu/ kelompok, mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya peserta didik, dan terakhir mengevaluasi proses pemecahan masalahnya, diharapkan mampu menjadikan pembelajaran lebih bermakna.
2. Membuat media presentasi pembelajaran interaktif melalui quizizz yang dapat menampilkan video gambar dan animasi sehingga kegiatan pembelajaran terintegrasi IT secara optimal
3. Mempersiapkan sarana dan prasana pendukung sehingga kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dan bermakna sehingga siswa termotivasi untuk belajar matematika dan hasil belajar meningkat
4. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sebelum pembelajaran diterapkan 3S (Senyum, Salam dan Sapa), pada pertengahan pembelajaran sebelum presentasi peserta didik diberikan ice breaking di ajak bernyanyi untuk mencairkan suasana.
5. Pendekatan emosional terhadap peserta didik sehingga peserta didik termotivasi dan semangat dalam mengikuti pembelajaran
Hasil pembelajaran yang penulis lakukan, melalui model pembelajaran PBL yang dipadukan dengan media pembelajaran presentasi quizizz, secara umum efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika peserta didik.
Hal ini ditandai dengan indikasi pada saat pelaksanaan pembelajaran siswa terlihat semangat ceria dan antusias mengikuti pembelajaran walaupun terdapat beberapa siswa yang masih belum terlihat aktif dalam pembelajaran.
Metode pembelajaran diskusi kelompok untuk memecahkan masalah dapat memancing peserta didik yang malu dan pasif untuk turut aktif selama proses pembelajaran. Peserta didik merasa lebih rileks dan gembira.
Berdasarkan paparan tersebut di atas maka penggunaan model pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning (PBL) yang dipadukan dengan media belajar Quizizz menjadi sebuah solusi yang tepat untuk dapat meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Peserta didik.
Referensi:
1. Mulyati, S., & Evendi, H. (2020). Pembelajaran Matematika melalui Media game Quizizz untuk meningkatkan hasil belajar Matematika SMP. GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 64–73. https://doi.org/10.30656/gauss.v3i1.2127\ diakses pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2023 Pukul 09.45 WIB
2. Suratman, A.Afyaman, D.&Rakhmasari, R.(2019). Pembelajaran berbasis TIK terhadap hasil belajar matematika dan motivasi belajar matematika siswa. Jurnal Analisa, 5(1), 41–50. https://doi.org/10.15575/ja.v5i1.4828 dikses pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2023 Pukul 09.00 WIB
3. Zebua, T. G. (2021). Studi Literatur Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa. J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 327–336. https://doi.org/10.31932/j-pimat.v3i1.1132 diakses pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2023 Pukul 09.30 WIB
Tulisan ini merupakan kiriman dari pembaca, isi di luar tanggung jawab redaksi.**
