FAJARNUSANTARA.COM- Pemerintah Kabupaten Garut bersama Asosiasi Pengrajin Bendera Merah Putih telah mencapai kesepakatan penting dalam hal penyetaraan harga dan pasokan ke distributor. Kesepakatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga bendera yang beredar di lapangan tidak merugikan pedagang.
Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Bambang Hafidz, menjelaskan bahwa kesepakatan ini mencakup penyetaraan harga antara bendera yang dijual di lapangan dengan yang dijual secara online. Hal ini bertujuan agar pedagang lapangan tidak merasa dirugikan.
“Dalam pertemuan ini, kami mencapai kesepakatan, pertama, tentang penyetaraan harga. Kemudian, kami juga sepakat untuk memastikan pasokan ke distributor di tempat atau tempat lain dengan harga yang sama dengan yang dijual di pedagang lapangan,” ujar Bambang, usai mendampingi Wakil Bupati Garut dalam rapat evaluasi penanganan bencana kekeringan, Sabtu (16/9/2023).
Sebelumnya, Pemkab Garut menerima audiensi dari Asosiasi Pengrajin Bendera Merah Putih Asli Garut (APBMPAG) pada Kamis (14/9/2023). Dalam pertemuan tersebut, pedagang lapangan menyuarakan keluhan mereka terkait perbedaan harga, yang kemudian mendapatkan tanggapan positif dengan kesepakatan untuk menyetarakan harga.
Bambang menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut, juga disusun berita acara dan kesepakatan yang akan diimplementasikan pada tahun depan. Ia menekankan bahwa latar belakang audiensi ini adalah perbedaan harga bendera, dimana harga bendera di pedagang lapangan jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang dijual secara online.
“Keluhan dari pedagang lapangan adalah bahwa bendera yang mereka jual lebih mahal daripada yang dijual online. Oleh karena itu, mereka menuntut penyetaraan harga, dan itu sudah disepakati,” jelasnya.
Bambang berharap tradisi penjualan bendera merah-putih di Kabupaten Garut akan berjalan lancar di tahun-tahun mendatang, terutama bagi pedagang lapangan di berbagai daerah. Kehadiran platform online diharapkan tidak menghambat proses penjualan.
“Terutama bagi para pedagang lapangan yang berada di berbagai tempat, di berbagai daerah, di berbagai pulau, mereka sudah terbiasa menjalankan tradisi ini setiap Agustus. Dengan adanya platform online ini, semoga proses penjualan tetap lancar tanpa hambatan harga,” tandasnya.**
