Site icon Fajar Nusantara

Para Utusan Santri Ikuti Kemah IDA Camp #4 Adaptasi Bencana di Ponpes Al-Hikamussalafiyah Sumedang

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM- Para utusan santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti pelatihan adaptasi bencana yang diselenggarakan oleh Indonesia Disaster Adaptive (IDA). Tanjungkerta Sumedang, Jawa Barat. Kamis 25 Januari 2024.

Acara yang diberi nama Kemah Adaptasi Bencana atau IDA Camp #4 berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Januari 2024, di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah, Tanjungkerta.

Para Utusan santri ikuti kemah ida camp adaptasi bencana di ponpes Al- hikamussalafiyah Sumedang

Menjadi salah satu pembicara, Saenah Sabrinah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan konsolidasi dan koordinasi antara pentahelix untuk membangun ketahanan dan adaptasi masyarakat terhadap bencana. Kamis 25 Januari 2024.

Program tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Komando Distrik Militer (Kodim), Kepolisian Resor (Polres), Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, Kementerian Agama, dan BAZNAS Sumedang.

“Kami mendekati kegiatan ini berbasis pesantren karena mereka memiliki cakupan yang luas. Dalam situasi darurat, masyarakat sering mengandalkan masjid dan pesantren,” jelas Saenah.

Pesantren dianggap masyarakat sebagai tempat yang aman dan nyaman, terutama karena kehadiran tokoh agama yang memberikan dukungan sosial dan psikososial.

Saenah mengakui bahwa kapasitas pengelolaan bencana di pesantren masih lemah, dan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuatnya.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin memperkuat berbagai aspek, termasuk ekonomi dan budaya. Kami mengumpulkan semua pemangku kepentingan untuk memperkuat pesantren di Sumedang,” katanya.

Bambang Imanudin, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik di BPBD Provinsi Jawa Barat, memberikan apresiasi terhadap Kemah Adaptasi Bencana IDA Camp #4. Menurutnya, acara tersebut dapat membantu mitigasi bencana di lingkungan pesantren.

“Kegiatan ini sangat positif untuk membantu kami di pemerintahan, menunjukkan bahwa pesantren sudah siap untuk mitigasi dan adaptasi jika terjadi bencana. Kami berharap para santri akan lebih memahami dan aktif lagi dalam penanganan bencana,” kata Bambang.

Dalam mendukung kegiatan tersebut, BAZNAS Sumedang mendirikan dapur umum dan tenda pleton.(ag)

Exit mobile version