Site icon Fajar Nusantara

Musyawarah Tiga Desa Bahas Banjir Jatinangor Lead Makalah

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM- Kecamatan Jatinangor menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Sumedang yang rutin menghadapi persoalan banjir. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kawasan pendidikan dan ekonomi yang berkembang pesat di wilayah tersebut.

Situasi ini mendorong pemerintah desa untuk mengambil langkah bersama lintas wilayah. Kamis 8 Januari 2026.

Tiga kepala desa di Kecamatan Jatinangor, yakni Desa Cibeusi, Cipacing, dan Sayang, menggelar musyawarah lanjutan penanggulangan banjir di Desa Cibeusi. Pertemuan tersebut juga melibatkan para pengusaha kos-kosan di kawasan Rajasalen, Kertanegara, dan Awani.

Kepala Desa Cibeusi, H. Jajang, didampingi Kepala Desa Sayang, Dodi Kurnaedi, mengatakan musyawarah ini menjadi langkah awal yang penting untuk menyatukan persepsi dan tindakan.

Alhamdulillah telah dilaksanakan musyawarah lanjutan penanggulangan banjir yang bertempat di Aula Pertemuan Desa Cibeusi dan dihadiri tiga desa serta para pengusaha kos-kosan. Kita sepakat untuk melakukan tindak lanjut berupa survei lapangan,” kata Jajang.

Survei lapangan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan titik-titik permasalahan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Menurut Jajang, penyempitan saluran air dan penumpukan sampah di drainase menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani. “Titik masalah yang sering terjadi ada pada saluran air yang semakin menyempit serta sampah yang menumpuk,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil survei lapangan akan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan yang lebih terstruktur. “Pada akhir rapat, kita sepakat mengecek langsung ke lokasi untuk memastikan permasalahan yang terjadi,” kata dia.

Hasil musyawarah dan survei lapangan nantinya akan dilaporkan kepada pihak Kecamatan Jatinangor dan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Pemerintah desa berharap ada percepatan penanganan dari pemerintah daerah.

Hasil rapat ini akan kami sampaikan ke kecamatan dan Pemkab Sumedang untuk segera dilakukan tindakan. Bahkan bila perlu, kami juga akan berkoordinasi dengan IPDN dan Unpad agar bersama-sama menanggulangi banjir di Jatinangor,” ujar Jajang.

Langkah kolaboratif lintas desa, pengusaha, dan institusi pendidikan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang selama ini menghantui kawasan Jatinangor.**

Exit mobile version