Site icon Fajar Nusantara

Mengandalkan Iuran Swadaya, Warga Nangkod Renovasi Masjid Al-Hidayah

FAJARNUSANTARA.COM, JATINANGOR – Kerap dilanda banjir dan tidak bisa menampung juma’ah banyak, warga bergotong-royong merenovasi Masjid Al-Hidayah di Dusun Nangkod, Rt 03, RW 09, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor.

Bermodalkan semangat dan tekad yang kuat, warga tengah merenovasi Masjid Al-Hidayah dengan mengandalkan iuran swadaya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Hidayah, Dedi Supriadi mengatakan, seiring terus bertambahnya penduduk RW 09 dn bertambahnya jumlah jama’ah yang melakukan aktivitas keagamaan di Masjid Al-Hidayah, membuat pengurus DKM melakukan renovasi agar masjid bisa semakin luas dan nyaman saat beribadah.

“Masjid yang sebelumnya berukuran 5×7 meter sering digunakan warga untuk ibadah atau melaksanakan kegiatan keagamaan, namun karena jama’ah terus bertambah, sehingga ketika ada kegiatan pengajian rutin ibu-ibu dan bapak-bapak masjid menjadi sumpek, bahkan overload,” ucapnya didamping sekretaris Agus Supriatna kepada wartawan.

Dedi menambahkan, masjid tersebut berdiri sejak tahun 1994 silam, dibangun dibekas kolam ikan, seiring berjalannya waktu, kondisi masjid menjadi menyusut kebawah, ketika hujan tiba Masjid selalu kebanjiran.

“Posisi masjid sangat rendah karena dibangun dibekas kolam, sementara jalan berada diatas otomatis ketika hujan, air yang dari jalan tumpah ke masjid membuat masjid kerap terendam air,” ucapnya.

Ia menambahkan, melihat kondisi tersebut, selain pengurus DKM, warga juga termotivasi memperbesar masjid yang bisa menampung jamaah banyak serta jauh dari bencana, sehingga berbagai upaya tenaga, pikiran, tekad dilakukan, agar bisa terwujud.

“Saya selaku ketua panitia merasa bangga, selain bersama-sama membangunnya juga bersama-sama mencari donatur, karena anggaran yang dibutuhkan untuk merenovasi mencapai Rp94 juta,” katanya.

Sejauh ini, kata ia, proses pembangunan sudah mulai dikerjakan dan tengah dilakukan pemasangan batu bata, rencananya ukuran masjid akan diperlebar menjadi 8×8 meter.

“Kami panitia telah mencoba memasukan proposal kepara donatur-donatur, dan juga rencananya memasukan proposal pembangunan ke Baznas Sumedang, Pemda Sumedang, dan beberapa perusahaan yang ada di Desa Cipacing, untuk tambahan biaya, mudah-mudahan pembangunan masjid diatas lahan 6 tumbak itu diberikan kelancaran, agar masyarakat bisa tenang, nyaman dalam beribadah,” katanya.

 

Exit mobile version