FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG — Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) BLK Komunitas Pemuda Muhammadiyah Sumedang mengambil langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia dengan mengirimkan 21 Fasilitator untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) bagi pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional peningkatan kompetensi guru yang diinisiasi oleh Kemendikdasmen.
LPD BLK Komunitas Pemuda Muhammadiyah Sumedang menjadi salah satu dari 90 LPD terpilih di Indonesia yang mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara Diklat Guru untuk mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen BLK Komunitas Pemuda Muhammadiyah Sumedang dalam mendukung pengembangan teknologi pendidikan dan peningkatan kapasitas guru, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Pelaksanaan ToT dibagi menjadi dua gelombang berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk jenjang Sekolah Dasar, ToT diselenggarakan di D’Primahotel Tangerang pada tanggal 5–10 Mei 2025. Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah, kegiatan dilaksanakan di Grand Tjokro Premiere Bandung pada tanggal 20–25 Mei 2025. Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan materi pengajaran koding dasar, pemrograman kreatif, hingga pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan yang dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran.
Fasilitator yang mengikuti ToT ini selanjutnya akan berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan Diklat Guru Mapel Koding dan Kecerdasan Artifisial di dua wilayah sasaran, yaitu Kabupaten Sumedang dan KabupatenMajalengka. Program diklat ini dijadwalkan akan berlangsung mulai akhir Mei hingga Oktober 2025, menyasar guru-guru dari jenjang SD hingga SMA/SMK.
PIC BLK Komunitas Pemuda Muhammadiyah Sumedang, Dodi Partawijaya, M.Pd. dalam keterangannya, menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk kontribusi aktif BLK Komunitas Pemuda Muhammadiyah Sumedang dalam mendukung agenda transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong Fasilitator dan tenaga pendidik agar tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah, khususnya dalam implementasi kurikulum berbasis TIK dan AI,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru yang nantinya mengikuti diklat akan memiliki kompetensi yang memadai untuk mengajarkan koding dan kecerdasan artifisial secara efektif kepada siswa, sejalan dengan kebutuhan abad 21 dan tuntutan revolusi industri 4.0,” Pungkasnya.***
