Site icon Fajar Nusantara

Kemitraan Inovatif, KemenPANRB, UNDP, dan KOICA Dorong Pemuda Aktif dalam SP4N-LAPOR

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM,- Kerja sama antara Kementerian Reformasi Administrasi dan Birokrasi (KemenPANRB), UNDP Indonesia, dan KOICA dalam “Kemitraan KOICA-UNDP untuk Pengembangan Kapasitas Sistem Penanganan Pengaduan Nasional Terpadu (SP4N-LAPOR!) di Indonesia” telah menghasilkan acara inovatif, LAPOR! Goes to Campus.

Acara ini bertujuan untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam menggunakan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) guna meningkatkan kesadaran dan kualitas layanan publik.

Lebih dari 2.000 peserta, termasuk mahasiswa dari IPDN Jatinangor dan universitas sekitar, serta perwakilan dari kementerian, pemerintah daerah, berkumpul dalam acara ini.

Kegiatan melibatkan beragam agenda, mulai dari Seminar Kuliah Umum tentang “Digitalisasi Penanganan Pengaduan Layanan Publik”, hingga Talk Show mengenai “Peran Pemuda dalam Penyampaian Layanan Publik”. Pameran inisiatif pengaduan layanan publik juga menjadi sorotan dalam acara ini.

Data dari Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan bahwa lebih dari 60% pengguna SP4N-LAPOR! adalah generasi di bawah 35 tahun. Ini menunjukkan partisipasi aktif kaum muda dalam menggunakan teknologi untuk menyuarakan masalah layanan publik.

Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas, menggarisbawahi bahwa SP4N-LAPOR! adalah jembatan revolusi layanan publik.

Wakil Perwakilan Residen UNDP Indonesia, Sujala Pant, mengapresiasi peran pemuda dalam tata kelola yang baik, sejalan dengan prinsip UNDP untuk layanan publik yang adil.

Acara ini menggelar seminar dan diskusi dengan panelis dari berbagai kementerian dan lembaga.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Layanan Publik KemenPANRB, Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menggunakan alat digitalisasi untuk pengaduan publik.

“Keterlibatan pemuda dalam SP4N-LAPOR! diharapkan terus meningkat untuk mendukung kebijakan dan peraturan yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Diah Natalisa menyampaikan, SP4N-LAPOR! bukan hanya sebuah platform, tetapi juga wadah aspirasi masyarakat. Lebih dari 1.600 mahasiswa berpartisipasi langsung, sementara lebih dari 1.000 peserta mengikuti melalui platform virtual seperti Zoom dan YouTube.

“Pameran layanan publik menghadirkan inisiatif dari lima kementerian dan lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya,” tandasnya.

Dikatakannya, dalam upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, LAPOR! Goes to Campus telah menunjukkan betapa pentingnya peran pemuda dalam menciptakan layanan publik yang lebih baik.

“Dengan adanya SP4N-LAPOR!, generasi muda diharapkan dapat menjadi duta masyarakat yang aktif dan kritis dalam menyuarakan aspirasi dan pengaduan terkait layanan publik,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs web www.lapor.go.id, atau melalui SMS ke 1708. Media sosial juga dapat diikuti di @lapor1708 pada Twitter dan Instagram, serta tersedia dalam bentuk aplikasi mobile berbasis Android.**

Exit mobile version