Warga Majalaya dan sekitarnya yang telah menanti-nantikan kehadiran beliau di alun-alun Majalaya pun merasa kecewa.
“Kami bangga, denger Bu Menteri katanya mau hadir FSM. Kayaknya seneng gitu kalo Bu Menteri jadi dateng,” ujar Lutfi, salah satu warga yang turut menikmati kesenian pencak silat di FSM 3rd.
Namun, harapan warga untuk kehadiran sosok yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan sosial di Majalaya kandas.
Seorang tokoh masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya karena absennya pejabat tingkat kecamatan dan kabupaten di acara tersebut.
“Tamu yang diundang juga bagus-bagus dan pasti bermanfaat untuk warga Majalaya: mulai dari Perancang Busana level Internasional, Rektor Universitas, Pejabat Kementrian, sampai bahkan Bu Menteri sendiri tadinya ingin sekali hadir. Sayang hanya karena masalah politik dan Ego pemerintah, Pemerintah lokal seperti tidak mendukung adanya FSM ini,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Hilman, salah satu panitia FSM, menjelaskan bahwa panitia telah berupaya menghubungi pemerintah tingkat kecamatan maupun kabupaten sejak jauh-jauh hari, namun tidak mendapatkan respons yang memadai.
“Sudah (dihubungi, red) sejak jauh-jauh hari. Sudah ditelpon, bersurat, kirim pesan melalui WhatsApp, bahkan kami mendatangi kantor pemerintah dan datang memenuhi panggilan koordinasi. Pak Bupati meminta maaf dan menyampaikan bahwa beliau tidak dapat hadir, tapi kok ya bahkan mengirim utusan saja tidak,” ungkapnya.
Para panitia yang berkomitmen untuk memajukan Majalaya merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang tampaknya tidak mendukung acara tersebut. Semua pihak diundang dengan harapan bersama-sama memajukan Majalaya, namun absennya pemerintah lokal mengecewakan.*