Site icon Fajar Nusantara

KDM Dorong Sumedang Bangkit, Tekankan Identitas dan Produk Lokal

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, (Foto: Istimewa)

FAJARNUSANTARA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong Kabupaten Sumedang kembali pada kejayaannya sebagai daerah yang “Gemah, Ripah, Repeh, Rapih” melalui penguatan identitas budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan produk lokal.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat Sumedang untuk mencapai kemajuan daerah. Ia menyebut warga harus berani keluar dari zona nyaman dan memperluas pengalaman.

“Warga masyarakat Sumedang kalau ingin maju harus berani keluar dari Sumedang. ‘Ulah Kurung Batok’. Banyak orang yang sukses yang berani keluar dari daerahnya,” kata Dedi saat menghadiri kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan di Alun-alun Sumedang.

Menurut dia, peningkatan derajat masyarakat harus diiringi dengan penguatan karakter, kepemimpinan, dan kepribadian.

“Warga Sumedang harus menjadi rakyat yang mempunyai kepemimpinan, kepribadian dan sikap satria,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dedi juga menyinggung nilai historis Sumedang sebagai wilayah penting dalam sejarah Sunda. Ia menjelaskan makna “milangkala” sebagai simbol perjalanan waktu dan identitas daerah.

“Sumedang merupakan kerajaan terakhir yang dititipi Mahkota Binokasih, benteng terakhir Padjadjaran,” katanya.

Selain itu, Dedi menekankan pentingnya kebanggaan terhadap produk lokal. Ia meminta masyarakat tidak lebih mengagungkan produk luar dibandingkan potensi daerah sendiri.

“Dari sekarang bangun branding produk lokal daerahnya. Sumedang memiliki Tahu Sumedang, Ubi Cilembu, dan Sawo Sukatali,” ucapnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memperbaiki wajah kota, terutama di akses masuk seperti kawasan pintu tol. Menurutnya, kebersihan, kerapihan, dan penerangan menjadi kunci menarik wisatawan.

“Nanti orang akan datang ingin cari makan, ingin berlibur datang ke Sumedang,” katanya.

Dedi menegaskan, daya tarik utama Sumedang terletak pada keindahan alam yang masih asli. Ia mengingatkan agar pengembangan wisata tidak merusak orisinalitas lingkungan.

“Orisinalitas alam sesungguhnya jangan dibuat-buat, harus seadanya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia meminta penataan ruang wilayah diperketat untuk mencegah kerusakan lingkungan.

“Saya yakin Sumedang akan subur makmur, Gemah Ripah Repeh Rapih,” katanya.**

Exit mobile version