Site icon Fajar Nusantara

Kasus Covid-19 Merajalela, Produsen Peti Mati Kebanjiran Omset

MEMBUAT PETI MATI : Tampak pekerja pembuat peti mati di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari saat menyelesaikan orderan yang siap dikirim keberbagai wilayah.

MEMBUAT PETI MATI : Tampak pekerja pembuat peti mati di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari saat menyelesaikan orderan yang siap dikirim keberbagai wilayah.

TANJUNGSARI – Sejumlah pembuat peti mati di Kabupaten Sumedang mengaku kewalahan banyaknya orderan akibat meningkatkan pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir ini. Salah satunya pembuat peti mati di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari

Produsen peti mati Pipin Aripin mengaku untuk memenuhi pesanan dalam sehari ia mampu memproduksi peti mati sekita 50 sampai 60 peti yang dikirim keberbagai wilayah di Jawa Barat bahkan dari luar seperti Lampung dan Sumatera dan kebanyakan yang dipesan ukuran dewasa.

“Alhamdulillah peningkatan pesanan lebih dari 100 persen dengan keuntungan puluhan juta,” ucap pipin.

Ia mengaku, banyaknya orderan yang datang membuatnya menambahkan karyawan yang awalnya dua orang menjadi lima orang.

“Peti yang biasa kami buat, untuk ukuran dewasa 198 x 58 sentimeter dan peti ukuran anak 160 x 45 sentimeter,” tambahnya.

Melihat perkembangan Covid-19 yang kian hari kian merajalela, kata pipin, membuat usahanya berkembang, berbeda dengan awal pandemi Covid-19 tahun lalu, peti berbahan kayu itu hanya terjual empat hingga enam unit peti setiap minggunya.

“Alhamdulillah pemesanan mulai banyak dipertengahan bulan puasa ada yang memesan perorangan maupun dari lembaga-lembaga, bahkan yang lebih banyak permintaan dari kementerian kesehatan. Peti yang sudah jadi perunitnya bisa kami jual dikisaran Rp1 juta untuk dewasa, sementara untuk Anak dihargai Rp700 ribu,” tutupnya.

Kondisi yang sama dialami Yusup Supriatna (45) warga Dusun Sukajadi RT02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor itu, mampu mendulang omset besar lantaran profesinya membuat peti jenazah laris manis dipesan para konsumen.

“Pesanan peti jenazah semenjak adanya Covid-19 mengalami peningkatan signifikan yang dipesan dari beberapa kota di Jawa Barat. Setiap harinya pesanan mencapai 10 hingga 14 unit peti jenazah, permintaan datang dari beberapa rumah sakit dan yayasan yakni Rumah Sakit Santosa, Yayasan Bintang Abadi, RS Salamun, RSUD Kuningan, RS Dustira, dan RS Santo Yusuf,” ucapnya ucapnya.

Menurutnya, orderan dalam sehari selalu ada. Untuk memenuhi order itu, saat ini karyawan pun ditambah jadi delapan orang dari yang sebelumnya hanya tiga orang.

“Peti mati yang kami buat berbahan tripblok.
Bahan ini selain mudah didapat, juga tidak terlalu berat untuk ukuran peti mati. Ukuran yang biasa diterapkan untuk peti yakni panjang alas 190 sentimeter dengan panjang atas lebih tujuh sentimeter, yakni 197.Tinggi peti di bagian kepala 38 sentimeter dengan tinggi di bagian kaki 27 sentimeter. Lebar, di bagian alas kepala 52 sentimeter, kemudian di bagian atasnya 60 sentimeter. Bahkan, bagian peti mengerucut di bagian kaki. Yakni, lebarnya alas bagian kaki 37 sentimeter, dan lebar kaki atas 42 sentimeter,” tutupnya.

Exit mobile version