FAJARNUSANTARA.COM,- Dusun Serang RT 01 RW 03 Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, kedatangan kabar menggembirakan. Kader posyandu Kasih Ibu 2 di sana menghasilkan kerajinan boneka cantik dari limbah konveksi, yang tak hanya menambah pendapatan keluarga, tapi juga memberi kesempatan kepada ibu-ibu untuk berkreasi.
Ely Walimah, Ketua TP-PKK Desa Serang, berbagi kisah inspiratif saat melakukan kunjungan ke Posyandu Kasih Ibu 2. Awalnya, ide brilian ini muncul ketika dirinya memiliki binaan konveksi, dan bingung dengan limbah yang menumpuk. Untungnya, Ely bertemu dengan Ujang Amor, warga Desa Baginda, yang telah menjalankan usaha kerajinan boneka sejak tahun 1990-an.
“Saya meminta Ujang Amor untuk melatih 20 orang kader Posyandu dan ibu-ibu di sekitarnya,” ujar Ely bangga dalam wawancara eksklusif bersama Tahu Ekspres di Posyandu Kasih Ibu 2.
Para ibu-ibu mengikuti pra-pelatihan selama 5 hari di Desa Cimuja dan 2 hari di Desa Serang. Setelah melalui latihan yang gigih, akhirnya mereka memulai produksi boneka-boneka menawan di Posyandu.
Koleksi bonekanya beragam, ada yang kecil, ada yang besar, bahkan bisa disesuaikan dengan pesanan. Harga jual boneka ukuran kecil berkisar antara Rp3.500 hingga Rp5.000, sedangkan ukuran besar dijual mulai dari Rp120.000 hingga Rp150.000. Terlebih lagi, harga dapat bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan masing-masing karakter boneka.
Ely berharap Posyandu Kasih Ibu 2 menjadi proyek percontohan, di mana semua Posyandu di Desa Serang akan ikut berpartisipasi untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Pemerintah Desa juga turut mendukung dengan rencana memberikan satu mesin jahit dari anggaran perubahan tahun 2023.
Suasana semangat dan kebahagiaan juga terpancar dari Kader Posyandu Kasih Ibu 2 lainnya, Dwi Nurhayati. Ia merasa senang dengan kegiatan ini yang mengisi waktu luang dengan produktif dan berdampak pada peningkatan pendapatan mandiri.
Inilah bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat berdaya dari kader posyandu mampu membawa manfaat dan inspirasi bagi keluarga serta masyarakat sekitar.**
