Site icon Fajar Nusantara

Jusuf Hamka, Minimalisi Dampak Tol Cisumdawu Siap Bantu UMKM dan Wisata

Judul Hamka (kiri) bersama Bupati Sumedang (Foto Dok Humas Pemda Sumedang)

FAJARNUSANTARA.COM,- Direktur PT.Citra Karya Jabar Tol (CJT) Jusuf Hamka komitmen membantu Kabupaten Sumedang kembangkan sektor UMKM dan Wisata guna meminimalisir Dampak Tol Cisumdawu. Jumat 10 Februari 2023.

Seperti di ketahui Wartawan fajarnusantara.com, Jusuf Hamka bertemu dengan Bupati Sumedang di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).Kamis (9/2/23)

Menurut Jusuf Hamka, Kami punya komitmen yang sama. Tadi bupati mengatakan kita harus membangun, saya akan melengkapi. Bukan hanya membangun, tetapi kita buat Sumedang menjadi ikon. Meski  Kabupaten, tapi menjadi ikon Nusantara,

Babah Alun sapaan akrab sehari-harinya Jusuf Hamka mengatakan, pihaknya akan membantu membangun beberapa tempat wisata dengan konsep religi dan wisata belanja.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya memperhatikan UMKM yang terdampak tol, terutama UMKM yang berada disekitaran Cadas Pangeran.

“UMKM dari Cadas Pangeran kita akan tarik ke dalam rest area,” ujarnya.

Namun demikian, kita tidak sendiri tapi akan mengajak BUMD guna, bersama-sama di tempat kita.

Dikatakan, setelah Seksi 1 sampai 3 selesai dan seksi 4 sampai 6 progresnya terus berjalan, selama ada dukungan dari Pemda dan masyarakat,

“Selama diminta oleh bupati atau pemerintah, kita akan bangun untuk menghubungkan desa ke desa,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dalam agama saya juga diajarkan barang siapa menyambungkan desa ke desa itu pahalanya luar biasa.

Ditanya mengenai target pembangunan tol bisa selesai sampai saat lebaran,

Jusuf Hamka mengatakan, semuanya bergantung dari kondisi alam, atau cuaca karena berpengaruh terhadap proses pengerjaannya.

Insyaallah bisa selesai, jika cuacanya panas seperti tiga hari ini kita kebut kalau bisa 24 jam.

Tapi kalau cuacanya hujan, bukan hanya menguber waktu, tapi yang penting perlu menjaga mutu.

Kalau nguber waktu, terus kita korbankan mutu, nanti seperti Purbaleunyi, itu bahaya,” terangnya.

Lebih lanjut kata Jusuf, kaitan rest area, untuk sementara ada dua berada di kiri dan kanan.

Karena menurutnya, jika dibuat terlalu dekat ia takut pasarnya saling berdekatan malah menjadi tidak efektif.

“Jadi lebih baik kita bikin satu, tetapi komplit menjadi tujuan wisata, jika ada dua nanti mereka bingung, tapi jika diperlukan dua,” katanya.

Kendati demikian, mungkin kita ambil yang dekat terowongan kembar, karena menurut saya itu miniaturnya terowongan Mina.

Jusuf Hamka menjelaskan, mengenai porsi UMKM di rest area, ia mengatakan akan memberikan porsi 30 – 40 persen tidak sampai 50 persen.

“Sebetulnya kita ingin menengah ke bawah, tetapi kadangkala tidak bisa mengcover biaya. Jadi yang high end ada sedikit supaya bisa mengcover kita punya cost,” pungkasnya.(Sambas)**

Exit mobile version