Site icon Fajar Nusantara

Gua ‘Bago’ di Gunung Muncang, Isu Kerajaan Mahluk Astral yang Mengejutkan

Wewengkon Blok Gunung Muncang Desa Cipamekar Kecamatan Conggeang (Foto: Istimewa)

FAJARNUSANTARA.COM- Wewengkon Blok Gunung Muncang Desa Cipamekar Kecamatan Conggeang ditemukan sebuah Gua yang punyanama Bago sepanjang 9 meter dekat pesawahan, keberadaan gua tersebut sudah banyak diketahui oleh masyarakat sekitar namun tidak ada yang berani mendekatihya.

Namun sampai saat ini wilayah gunung Muncang ataupun ada yang bilang gunung bago, karena ada sejumlah gua yang ada dilokasi tersebut sajak zaman Belanda menurut informasi keberadaan gua tersebut sudah ada. Rabu 18 Oktober 2023.

Salah satu Tokoh Penggerak Lingkungan Hidup Desa Cacaban Kang Dede yang akrab dipanggil Kang Dede mengatakan bahwa, keberadaan gua tersebut masyarakat disini sudah banyak mengetahuinya, namun tidak ada yang berani mendekatihya

“Karena beredar isu gua tersebut anggker sekali, dan keberadaan gua tersebut kurang lebih 80 tahunan sudah diketahui masyarakat banyak,” ujarnya.

Kang Dede Sapaan akrab sehari harinya menyampaikan bahwa rumor beredar jika digua tersebut dihuni oleh tiga kerajaan mahluk astral yang konon katanya ada kerjaan Ular, Monyet dan landak

Perlu diketahui juga, jika Gunung atau bukit bago berikut goanya disakralkan sekali oleh masyarakat, bahkan dijadikan wilayah larangan, tidak bisa semua orang memasuki wilayah tersebut tanpa seijin kuncen disana.

“Bukan hanya goa tapi sebenarnya ada empat goa  berdasarkan cerita dari masyarakat, namun yang baru kita temukan baru satu, dan berdasarkan Carita masyarakat goa tersebut sudah ada sejak jaman Belanda,” urai Kang Dede yang juga sebagai Anggota Gelap Nyawang Nusantara (GNN).

Lebih lanjut Dede menjelaskan bahwa ada cerita yang berkembang lebih jauh lagi jika cerita Goa Bago nyambung ke Sasakala Sangkuriang pada saat membangun Bendungan buat berlayar dengan Dayang Sumbi.

Selain itu, didaerah Bago ada yang menyebut Situs Sapi Gumarang yang pada saat itu sedang disembelih ketika Sangkuriang akan membuat bendungan dengan ciri dilokasi tersebut ada ada tanah merah yang identik dengan darah.

Begitu juga banyak situs dilokasi tersebut seperti situs kancah, situs suluh yang sekarang sudah berubah semuanya jadi Batu yang datar dimana dibawah batu tersebut suka terdengar suara seperti gemuruh air yang sebenarnya tidak ada.**

Exit mobile version