FAJARNUSANTARA.COM, Garut — Manajemen Mang Duyeh menyambangi kediaman seorang kakek bernama Dedih (52), di Kampung Batu Karut, Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, belum lama ini.
Diketahui, Dedih merupakan seorang pria paruh baya yang menderita penyakit kulit yang belum diketahui secara jelas penyebab dan namanya.
Adapun kondisi yang dialami Dedih saat ini terdapat dua luka besar menganga di kaki kirinya. Kulit di bagian luka habis sehingga terlihat dagingnya.
Melihat kondisi tersebut, Koordinator Tim Manajemen Mang Duyeh, kembali melakukan Gerakan Empati untuk menengok Dedih.
“Hari ini kami kembali melaksanakan Gerakan Empati, yang mana pada saat ini kami menengok Pak Dedih yang sudah satu bulan ini menderita luka di kakinya,” ujar Koordinator Mang Duyeh, M. Nanang H.A.
Pada kesempatan tersebut, Tim Mang Duyeh juga memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako kepada Dedih.
“Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam berkiprah di bidang sosial, sebagai bentuk kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan,” kata Nanang.
Gerakan Empati merupakan salah satu program kepedulian terhadap masyarakat yang dimiliki Mang Duyeh, sebagai kegiatan rutin di bidang sosial.
Nanang mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapat, penyakit yang dialami Dedih belum diketahui penyebab dan namanya, meski sebelumnya sempat ke rumah sakit. Namun keterangan medis dari pihak RS menyebutkan tidak ada penyakit gula.
Sementara ini, kata Nanang, masih berdasarkan keterangan dari Dedih, sampai saat ini, Dedih belum mendapatkan penanganan medis kembali dikarenakan keterbatasan biaya.
Selain Dedih, Manajemen Mang Duyeh juga menengok seorang janda tua yang menderita stroke, Erum (77). Kondisi Erum saat ini hanya berbaring lemas di tempat tidurnya.
Nanang mengajak semua pihak untuk berpangku tangan, bergotong-royong untuk memberikan bantuan untuk meringankan beban Dedih dan Erum.
“Kami mengajak, mengetuk pintu hati para dermawan untuk membantu Pak Dedih dan Bu Erum bersama-sama meringankan bebannya,” ungkapnya.
