FAJARNUSANTARA.COM- Kepala Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Indra Wahyudinata, menyampaikan keprihatinan atas dampak gempa di Sumedang.
“Ini adalah takdir yang harus kita sikapi bersama,” ujarnya.Rabu 3 Januari 2024.
Indra Menuturkan bahwa, hasil dari assessment hari ini dan kemarin, terdapat 26 sekolah yang terdampak gempa, dengan rincian 17 SD, empat SMP, dan lima PAUD, termasuk TK dan Kober.
“SMP 1 Sumedang menjadi yang paling parah, dengan tembok retak akibat guncangan gempa malam tahun baru sebesar 4,8,” tandasnya.
Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa, gempa susulan kemudian menambah kerusakan, membuat kondisi semakin memprihatinkan.
Pihaknya, berjanji akan berusaha keras mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah, sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.
“Lokasi sekolah tersebar di kecamatan Sumedang Selatan, Cisarua, Ganeas, Pamulihan, Sukasari, Cimalaka, yang mayoritas berada di Sumedang Utara dan Selatan,” tambahnya.
Lalu kata Indra bahwa, PJ Bupati bersama pihak dinas pendidikan telah menindaklanjuti dengan memastikan bahwa sekolah yang masih layak digunakan dapat melanjutkan pembelajaran,
“Sementara untuk SMP 1 Sumedang, antisipasi dilakukan dengan mengadopsi pembelajaran daring melalui Zoom,” pungkasnya.**
