Site icon Fajar Nusantara

Film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua, Sinema Anak Bangsa yang Menyuarakan Alam dan Budaya

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM — Film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua resmi diluncurkan melalui pemutaran perdana di Bioskop XXI Jatinangor Town Square (Jatos), Kabupaten Sumedang, Kamis, 5 Februari 2026.

Peluncuran film produksi Aksa Bumi Langit itu dihadiri Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila bersama Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Riki Kadarsyah, unsur pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta pegiat lingkungan.

Pemutaran perdana tersebut dikemas dalam agenda Special Screening dan Nonton Bareng hasil kolaborasi XXI Jatos, Kolektif Kreatif Aksa Bumi Langit, dan Jatinangor Creative Community (JCC).

Penyelenggara menjadikan acara ini sebagai ruang literasi publik yang memadukan seni, edukasi, dan kepedulian terhadap isu lingkungan serta budaya.

Film Maira: Whisper from Papua mengangkat kisah persahabatan anak-anak Papua yang hidup berdampingan dengan alam dan tradisi. Sutradara menempatkan narasi anak sebagai medium utama untuk menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dan perlindungan generasi muda.

Aktor utama Muhammad Aldifi Tegar Rajasa—putra asal Jawa Barat—membintangi film ini dan menjadi simbol keterlibatan anak bangsa dalam produksi sinema bertema sosial.

Direktur PT Aksa Bumi Langit, dr. Chandra Sembiring, menyebut film ini sebagai upaya membangun kesadaran publik melalui bahasa visual yang dekat dengan keluarga dan anak-anak.

“Melalui film ini, kita belajar bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan kita semua,” kata Chandra usai pemutaran film.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menyatakan dukungan terhadap inisiatif tersebut. Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menilai film Maira relevan dengan kondisi Indonesia yang kerap menghadapi bencana ekologis.

“Film ini mengingatkan bahwa hubungan manusia dan alam tidak boleh terputus. Ketika alam rusak, manusia yang pertama merasakan dampaknya,” ujar Fajar.

Ia menyatakan pemerintah daerah berencana mendorong pemutaran film tersebut di lingkungan pendidikan sebagai sarana pembelajaran kontekstual.

“Kami akan mengupayakan agar film ini bisa diputar di sekolah-sekolah sebagai media edukasi lingkungan bagi siswa dan tenaga pendidik,” katanya.

Fajar menambahkan, komitmen pelestarian lingkungan di Sumedang terus berjalan melalui penertiban aktivitas tambang ilegal dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurut dia, pesan film Maira sejalan dengan kebijakan daerah yang menempatkan keberlanjutan sebagai agenda pembangunan.

Selain pemerintah, kegiatan ini juga melibatkan Forkopimcam Jatinangor, sivitas akademika, serta komunitas lingkungan dan kreatif. Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat posisi film sebagai alat advokasi budaya dan lingkungan yang menjangkau publik luas.

Penyelenggara membawa semangat “Dari Sumedang—Jawa Barat untuk Indonesia” sebagai penanda bahwa isu Papua, lingkungan, dan anak adalah bagian dari narasi kebangsaan yang saling terhubung.**

Exit mobile version