FAJARMUSANTARA.COM— Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, didampingi Sekretaris Daerah, Tuti Ruswati, memimpin Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pesantren di Kabupaten Sumedang yang digelar di Ruang Rapat Bupati, PPS, Selasa (11/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Dony menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian penting dari tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Di dalamnya ada pondok pesantren, salah satu instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa yang memiliki potensi luar biasa.
Baik jumlah pesantrennya maupun santrinya, kalau dikelola dengan baik dan efektif, maka Sumedang Simpati dan Indonesia Emas 2045 akan segera terwujud,” kata Dony.
Ia menilai, pesantren menjadi benteng moral di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi teknologi informasi.
“Pendidikan agama di pesantren porsinya lebih besar. Mudah-mudahan iman dan takwanya semakin kuat. Inilah kekayaan, warisan ulama dan budaya pondok pesantren yang harus dioptimalkan,” ujarnya.
Terkait fasilitasi, Dony meminta Sekda untuk segera menyiapkan Peraturan Bupati tentang pembebasan biaya PBG bagi pondok pesantren dan rumah ibadah.
“Setiap bangunan Ponpes harus memiliki PBG. Jangan sampai tidak aman. Saya harap DPMPTSP, PU, dan Kemenag keliling mengecek. Jadi PBG gratis, siapkan prototipe bangunannya,” tegasnya.
Selain itu, Dony juga menginstruksikan sejumlah perangkat daerah untuk memberikan dukungan nyata bagi pesantren. Ia meminta Dinas Perhubungan menambah penerangan jalan umum (PJU) di sekitar pesantren dan sekolah.
“Kalau terang, akan mengurangi tindakan kejahatan. Harus jadi zona aman Ponpes dan zona aman sekolah,” katanya.
Dony juga meminta Diskominfosanditik menyediakan akses Wi-Fi, Dinas Perkimtan memperbaiki jalan lingkungan, Dinas Pertanian mendukung program teras hijau, Dinas Kesehatan memantau kesehatan santri, Dinas Perpustakaan menyiapkan pojok literasi, DLHK menangani sampah, dan DPPKBP3A mewujudkan pesantren ramah anak.
“Saya ingin Perda tentang pesantren benar-benar dieksekusi secara efektif,” ujarnya.
Rapat tersebut turut dihadiri para kepala dinas terkait, MUI Sumedang, serta perwakilan Forum Pondok Pesantren.
