FAJARNUSANTARA. COM, SUMEDANG – Anggota DPRD Sumedang Asep Kurnia dan Dudi Supardi telah mengadvokasi aspirasi warga Dusun Cikelek, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung. Pasalnya, irigasi yang sejak lama rusak, akan segera diperbaiki.
“Saya dengan pak haji Dudi. Telah bersilaturahmi dengan gapoktan dan sekretaris daerah. Harapan kita pemerintah daerah segera menurunkan tim dan mengambil kebijakan karena ini penting menyangkut ketahanan pangan,” ucap anggota DPRD Dapil V itu.
Akur sapaan akrab Asep Kurnia mengaku, Kerusakan saluran irigasi itu rinciannya panjang 3.19 kilometer, terdiri di Blok Saradan 36 meter, Cikelek 18 meter, luas lahan lebih dari 100 ha. Kemudian Gapoktan yang memanfaatkan lahan pertanian itu Gapoktan Saradan, Mandiri Repeh Rapih, Bungur Mandiri. Kemudian, terdapat longsor di Tebing Legok Jenjing, saluran irigasi ke Cimanggung.
“Ini merupakan ikhtiar kami menyampaikan aspirasi masyarakat ke Pemda Sumedang dengan audiensi dulu dengan sekda dan SKPD terkait. Semoga ini menjadi perhatian dan bisa dianggarkan pada tahun anggaran berikutnya,” pungkas Askur
Menurutnya, irigasi tersebut memiliki panjang 13.9 kilometer yang mengairi pesawahan di Desa Tegalmanggung dan Cimanggung. Rencana perbaikan irigasi tersebut dibahas anggota DPRD Dapil 5, Asep Kurnia dan Dudi Supardi serta Gapoktan di dua desa.
“Saluran irigasi itu kondisinya rusak parah, bahkan sudah dari 2013 dibiarkan rusak dan hanya diperbaiki dengan pipa seadanya.
Saluran irigasi itu, mengairi sekitar 100 hektare pesawahan di dua desa yang menjadi lumbung padi di Kecamatan Cimanggung,” tambahnya.
Aspirasi tersebut diterima saat dirinya bersama Dudi Supardi berkunjung ke wilayah Desa Cimanggung dan Tegalmanggung, Gapoktan Desa Tegalmanggung memiliki keinginan besar memperbaiki irigasi di desa Tegalmanggung Irigasinya namanya irigasi Cikelek yang membentang hampir 3 kilometer lebih
“Kami mempunyai harapan, irigasi itu diperbaiki karena sangat urgen dan menjadi ketahanan pangan pertanian di Cimanggung. Sementara ini penangananya belum serius baik dari UPTD pertanian maupun SKPD terkait,” tutupnya. (ESH).
