FAJARNUSANTARA.COM – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sumedang menghadiri Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Falah, Dusun Mekarjaya, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor. Dalam kegiatan tersebut, dewan menyerap aspirasi warga terkait BPJS KIS dan bantuan sosial, sekaligus menyalurkan bantuan untuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) senilai Rp12 juta.
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Jatinangor. Mereka yang hadir antara lain H. Warson, Herman Habibullah, Ricky Kadarsyah, dr Iwan Nugraha, dan Lady Puspita.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Safari Ramadan DPRD yang digelar serentak di seluruh dapil. DPRD memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
Dalam kesempatan itu, DPRD Sumedang menyerahkan bantuan senilai Rp12 juta kepada DKM Masjid Al Falah. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan operasional masjid.
Setelah sambutan, anggota dewan membuka sesi dialog bersama warga. Seorang warga menyampaikan keluhan mengenai kepesertaan BPJS KIS yang sudah tidak aktif. Ia juga menyoroti penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum merata.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, H. Warson, menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung program prioritas nasional.
“Pemerintah saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung beberapa program prioritas, salah satunya program makan bergizi gratis,” kata Warson dalam sesi dialog. Rabu 4 Maret 2026.
Meski demikian, ia memastikan DPRD tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang berlaku. “Semua aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan tindak lanjuti sesuai mekanisme perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Safari Ramadan ini menjadi forum strategis bagi DPRD untuk menjalankan fungsi representasi dan pengawasan secara langsung. Melalui dialog terbuka, DPRD berupaya memastikan kebijakan daerah tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.**







