FAJARNUSANTARA.COM,- Setelah melewati seleksi administrasi pada Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional Tahun 2023, Desa Cinta saat ini menjamu Tim Rechecking Lomba Desa dalam rangka klarifikasi lapangan.
Acara ini berlangsung di Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, pada Jum’at (14/7/2023).
Kegiatan klarifikasi lapangan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Garut, Rudy Gunawan, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya.
Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa Kabupaten Garut telah menjadi kandidat potensial dalam memenangkan lomba desa.
Ia berharap kehadiran pemerintah dan masyarakat dapat memberikan kontribusi positif bagi Desa Cinta sehingga mereka dapat meraih kemenangan dalam lomba desa ini.
“Ini membuktikan bahwa kepemimpinan Pak Gubernur telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan desa ini identik dengan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat.
Wakil Gubernur Jawa Barat juga menyatakan optimisme bahwa Desa Cinta akan menjadi juara dalam lomba desa ini.
Ia menyoroti bahwa Desa Cinta tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam karakter masyarakatnya, dengan menjunjung tinggi akhlak yang baik.
“Keseimbangan antara dunia material dan spiritual dalam pembangunan masyarakat Desa Cinta ini akan menjadi salah satu kriteria pemenang di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyampaikan bahwa salah satu hal yang baik dan membanggakan dari Desa Cinta adalah semangat gotong royong masyarakatnya dan adanya Pendapatan Asli Desa (PADes) yang kuat.
“Terdapat tiga hal yang patut dicatat. Pertama, gotong royong yang menghasilkan pendapatan yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Rudy menambahkan bahwa Pemerintahan Desa Cinta memiliki inovasi yang luar biasa dengan menciptakan gerakan social enterprise yang memudahkan penyelesaian masalah.
“Dan yang ketiga, ada kekuatan khusus yang dimiliki oleh Desa Cinta. Mereka memiliki tujuan yang sama. Jika mereka satu tujuan, maka gotong royong akan terjadi,” lanjutnya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Rechecking, Andi Yuliarmiangsyah Razmi, memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Desa Cinta Kecamatan Karangtengah Kabupaten Garut yang berhasil masuk sebagai salah satu dari 5 nominasi terbaik dari 23.108 desa di wilayah II Jawa Bali.
Semua ini tak lepas dari kerja keras pemerintah desa, masyarakat Desa Cinta, Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Lomba desa ini merupakan evaluasi perkembangan Desa Cinta dalam hal penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, pihaknya telah mencari informasi awal tentang Desa Cinta melalui website dan berita online. Selain itu, ia menyampaikan kekagumannya terhadap PADes Desa Cinta yang cukup tinggi, yang merupakan hasil swadaya masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi khusus dari Kemendagri bahwa Desa Cinta memiliki partisipasi masyarakat yang tinggi, terutama dalam pengelolaan PADes yang telah diadministrasikan dengan baik melalui APBDes,” katanya.
Andi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam klarifikasi lapangan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut yang sebelumnya tidak terdokumentasikan dengan baik.
“Melalui dokumen, kami melihat potensi Desa Cinta sangat beragam, termasuk peternakan domba, produksi kopi, serta sektor pertanian. Semua ini perlu kita telaah lebih lanjut,” ujarnya.
Kepala Desa Cinta, Gaos Hamdani, dalam kesempatan ini memperkenalkan Desa Cinta sebagai desa yang terletak di daerah pedalaman dan lereng gunung, tetapi memiliki masyarakat yang sangat menjunjung tinggi semangat gotong royong.
Ia yakin bahwa desanya tidak kalah dengan desa-desa lainnya, baik dalam hal e-government maupun pemahaman terhadap Informasi dan Teknologi (IT) saat ini.
Gaos menceritakan bahwa pada awalnya, Desa Cinta memiliki beberapa kelemahan, sehingga pihaknya melakukan pendekatan melalui social enterprise selama kurang lebih 12 tahun.
Melalui inovasi social enterprise ini, mereka tidak hanya fokus pada keuntungan semata, tetapi juga berusaha mengangkat kegiatan pembangunan ekonomi sosial dan lainnya yang memberikan manfaat secara keseluruhan.
“Kami percaya bahwa dengan memanfaatkan keberkahan, termasuk melibatkan inovasi dan pemerataan pembangunan, akan memberikan keberkahan bagi Desa Cinta,” ujarnya.***
