FAJARNUSANTARA.COM- Pemerintah Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, mulai membangun sarana air bersih (SAB) di tiga wilayah yang rawan kekeringan, yakni Dusun Cikeruh RW 10, Ciawi RW 04, dan RW 07.
Program ini ditargetkan membantu lebih dari 60 kepala keluarga yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Kegiatan pembangunan dimulai pada awal Mei 2025 dan difokuskan pada pengeboran sumur dengan kedalaman 34 meter di tiap lokasi. Pembangunan ini menjadi bagian dari program infrastruktur prioritas desa untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
Kepala Desa Cikeruh, Jai, mengatakan bahwa pembangunan sarana air bersih ini merupakan respons terhadap keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan pasokan air bersih.
“Kami membangun SAB ini sebagai bentuk antisipasi kekurangan air bersih yang dialami warga. Lokasi yang kami pilih berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat,” ujar Jai saat ditemui di balai desa, Senin, 19 Mei 2025.
Setiap titik pembangunan, kata dia, ditargetkan mampu melayani sekitar 20 kepala keluarga. Pemerintah desa juga telah menyiapkan skema pengelolaan agar keberadaan SAB bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kita akui bersama, masih banyak warga yang kekurangan air bersih ya, khususnya bagi warga yang kurang mampu. Mudah-mudahan dengan adanya SAB ini bisa sedikit mengurangi beban mereka,” tutur Jai.
Sekretaris Desa Cikeruh, Andri Irawan, yang turut mendampingi proses pembangunan, menambahkan bahwa keberadaan SAB diharapkan tidak hanya membantu saat musim kemarau, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup warga.
“Warga bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, dan nanti akan ada kelompok yang bertugas mengelolanya,” kata Andri.
Pemerintah desa berkomitmen akan terus memantau perkembangan pembangunan dan memastikan keberlangsungan fungsi sarana air bersih tersebut.**
