Bupati Dony Ahmad Munir meninjau Bendung Cariang di Desa/Kecamatan Ujungjaya yang tidak berfungsi sejak 2 tahun lalu. Bendung Cariang ini membendung Sungai Cipelang dan mengairi 1.603 hektare sawah di enam desa di Ujungjaya. Bendung Cariang yang dibangun tahun 1911 ini jebol dilanda banjir bandang. Air mengikis bagian kiri badan bendung sehingga air tidak bisa masuk ke saluran intake irigasi. “Bendung Cariang ini kewenangan Pemprov Jabar dan Pemda Sumedang berkoordinasi dengan Pak Gubernur serta dari BBWS Cimanung Cisanggarung untuk penanganannya,” kata Bupati Dony saat meninjau Bendung Cariang, Selasa (12/7/2022).
Para petani di Ujungjay asangat berharap Bandung Cariang bisa berfungsi kembali karena bisa mengairi sawah di enam desa. “Keterangan para petani, Bendung Cariang ini bisa mengairi hampir semua wilayah Ujungjaya. Ada 5000 petani, 98 kelompok tani yang bisa memamfaatkan irigasi ini,” katanta.
Bendung Cariang ini bisa mengairi sawah di Ujungjaya yang merupakan sentra padi Sumedang sehingga panen bisa sampai tiga kali setahun dan padi yang dihasilkan mencapai Rp 133 miliar. “DED nya sudah ada, tahun depan bisa mulai dilakukan perbaikan secara permanen. Untuk tahun ini ada penanganan sementara dulu supaya air bisa masuk ke jaringan irigasi,” katanya
Menurutnya, untuk penanganan sementara di lakukan pengerukan sedimen dan pemasangan bronjong supaya air masuk ke saluran irigasi. “Bangunan bendungnya masih kokoh air bergeser le samping bendung dan membuat jebol membuat aliran baru sungai,” katanya.
Dony mengatakan, untuk penanganan permanen akan dilakukan penyudetan aliran Sungai Cipelang. “Atau ada alternatif bendungnya dipindah,” katanya. (rls/pemda)
