FAJARNUSANTARA.COM– Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk memperkuat sinergi dengan komunitas ojek online melalui ruang komunikasi yang terbuka dan penyelesaian persoalan secara musyawarah. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi bersama Paguyuban Onlen Sumedang (POS) dan para ketua komunitas ojek online se-Kabupaten Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Minggu, 14 Juni 2026.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila menghadiri kegiatan silaturahmi dengan Paguyuban Onlen Sumedang (POS) sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas pengemudi ojek online yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, Dony menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi para pengemudi ojek online yang dinilai telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pelayanan publik.
“Saya bersyukur memiliki mitra ojek online yang telah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melayani masyarakat. Ibu dan bapak driver telah menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kebutuhan warga, sehingga turut membantu pelayanan publik dan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Dony.
Menurut Dony, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus membuka ruang komunikasi dengan komunitas ojek online agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan kerja sama.
“Setiap persoalan dapat disampaikan melalui saluran yang tersedia. Sampaikan aspirasi dengan baik, kemudian kita duduk bersama untuk mencari solusi yang terbaik. Saya bersyukur perkembangan ojek online di Sumedang sangat luar biasa. Hubungan baik yang telah terjalin ini harus terus dijaga demi kepentingan bersama,” katanya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dengan mengedepankan rasa saling menghargai, saling percaya, dan budaya musyawarah ketika menghadapi persoalan di lapangan.
“Saya berharap Paguyuban Onlen Sumedang tetap kompak, saling menghargai dan saling percaya. Jika ada permasalahan, jangan langsung dibicarakan di luar atau menimbulkan kesalahpahaman. Mari selesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik,” tuturnya.
Ia menilai organisasi memiliki fungsi penting sebagai wadah penyalur aspirasi anggotanya kepada pemerintah maupun pihak terkait secara bertanggung jawab.
“Jika ada persoalan dengan masyarakat ataupun pemerintah, di sinilah peran organisasi untuk menyampaikan aspirasi secara baik dan bertanggung jawab. Dalam menyikapi setiap persoalan, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi masyarakat, pemerintah, maupun komunitas itu sendiri,” tambahnya.
Dony optimistis komunitas ojek online di Sumedang akan semakin profesional dan mampu menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan ketertiban di ruang publik. Pemerintah daerah, kata dia, juga terus melakukan penataan berbagai aspek pelayanan masyarakat, termasuk penertiban juru parkir di sejumlah titik.
“Kami ingin seluruh pihak dapat terfasilitasi dengan baik sehingga tercipta kondisi yang lebih aman, tertib, dan nyaman. Termasuk dalam upaya penataan dan penertiban juru parkir di sejumlah titik agar semuanya dapat diatur dengan baik, karena hal tersebut merupakan bagian dari tugas pemerintah dalam menciptakan keteraturan di masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap kolaborasi dengan komunitas ojek online semakin kuat sehingga dapat terus mendukung pelayanan kepada masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Sumedang.***
