Site icon Fajar Nusantara

BNPB Gelar Pagelaran Budaya Sadar Bencana di Sumedang, Dibuka oleh Kepala BNPB dan Bupati Sumedang

(BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan mengadakan Pagelaran Budaya Sadar Bencana Bersama Bupati Sumedang dan Jajarannya (Foto: Dok Humas Pemda Sumedang)

FAJARNUSANTARA.COM,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan mengadakan Pagelaran Budaya Sadar Bencana di Alun-alun Sumedang pada Sabtu (9/7).

Acara dengan tema “Alam Parantos Ngurus Urang, Pikeun Eta Urang Oge Kedah Ngajagana” secara simbolis dibuka oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, dengan perayaan bersama menggunakan angklung.

Pagelaran ini menghadirkan berbagai atraksi seni budaya seperti Tarawangsa, Pencak Silat, dan Wayang Golek sebagai media sosialisasi mitigasi bencana melalui kearifan lokal.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyatakan bahwa kegiatan ini adalah program prioritas nasional yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh BNPB.

“Kegiatan Budaya Sadar Bencana ini dilaksanakan di seluruh Indonesia secara bergantian. Setiap tahun dua kali dan biasanya dilaksanakan di pulau-pulau terluar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Sumedang dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan ini karena telah terbentuknya desa tangguh bencana (Destana) dan memiliki risiko ancaman bencana hidrologi seperti longsor dan banjir yang cukup tinggi.

“Di satu sisi kita hidup di melimpah Sumber daya alam, tapi kita tinggal di daerah yang rawan bencana. Tidak terkecuali Sumedang. Ada bencana longsor pada tahun 2021 di Desa Cihanjuang Cimanggung. Saat evakuasi, ada susulan. Itu harus selalu diingat,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengucapkan terima kasih kepada BNPB karena telah memilih Kabupaten Sumedang sebagai tempat penyelenggaraan Budaya Sadar Bencana.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, bupati berharap masyarakat dapat mendapatkan informasi tentang bencana dengan lebih santai, sehingga pesan-pesannya benar-benar sampai kepada warga.

“Kalau sudah mengetahui, insyaallah kita akan paham bagaimana mengurangi risiko bencana dan aware dalam melakukan antisipasi pencegahan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI H. Maman Imanul Haq, Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam BNPB Eny Supartini,

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, serta beberapa Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang.***

Exit mobile version