JATINANGOR – Momentum Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2021. Anggota DPRD Sumedang Herman Habibullah mengikuti acara audiensi virtual dengan Kantor Staf Presiden, Deputi 2 Sekretariat Negara bersama Yayasan Ibu Djati terkait pemanfaatan lahan bekas perkebunan di Jatinangor. Selasa, 29 Juni 2021.
“Kebanggaan tersendiri bagi saya, karena bisa mengikuti audensi virtual membahas kemajuan bagi Jatinangor, tentunya akan saya dorong” ucap Herman. Selasa (29/06)
Dalam audiensi tersebut, kata Herman, Yayasan Ibu Djati menyampaikan usulannya terkait pemanfaatan lahan bekas perkebunan di wilayah Jatinangor digunakan untuk Kawasan Pusat Pemerintahan Jatinangor, Kawasan Management Sampah Modern, Kawasan Management Parkir Modern, Ruang Publik, Pusat Kegiatan Pendidikan Non Formal, Pusat Kegiatan Olah Raga, Pusat Kegiatan Teknologi dan Informadi serta Multimedia, Kawasan Agrowisata dan Budaya, dan Kawasan Ekonomi Kreatif dan Kepariwisataan.
“Usulan tersebut diberikan melihat beberapa fasilitas publik dan kantor pusat pemerintahan yang dirasa kurang ideal bagi tata letak kecamatan Jatinangor. Selain itu usulan tersebut juga atas dasar kurangnya pemanfaatan potensi yang ada di kecamatan Jatinangor,” tambah Herman.
Ia berharap, usulan tersebut bisa ditindaklanjuti sehingga wilayah Kecamatan Jatinangor dapat menjadi kawasan yang ideal dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045.
Herman menjelaskan, sejarah Hari Keluarga Nasional tidak terlepas dari sejarah perjuangan kemardekaan Indonesia. Setelah Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia melalui perjanjian Roem-Royen pada tanggal 22 Juni 1949, maka para pejuang kemerdekaan yang bergriliya pada tanggal 29 Juni 1949 akhirnya kembali ke keluarganya masing-masing. Momen inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional.
“Pada tahun ini tema Hari Keluarga Nasional adalah “Keluarga Keren Cegah Stunting”. Tema tersebut diambil dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perawatan gizi bayi dan pencegahan stunting di Indonesia. Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua dalam hal prevalensi stunting di asia tenggara setelah kamboja yang artinya ternyata kasus stunting di Indonesia sangat tinggi. Untuk itu marilah kita meningkatkan pentingnya gizi bayi sebagai upaya pencegahan stunting di Indonesia,” ucapnya.
Dalam suasana pandemi yang sedang meningkat seperti sekarang, peran keluarga sangatlah penting bagi ketahanan seseorang dalam pencegahan penularan Covid-19. Kesadaran terhadap protokol kesehatan sangatlah ampuh jika ditanamkan oleh lingkungan terdekat, yakni keluarga.
“Melalui kaluarga, pola hidup sehat dan kesadaran menjauhi segala hal yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19 juga sangat ampuh jika dibangun sejak di lingkup keluarga. Hari Keluarga Nasional menjadi momen untuk menyadarkan kita akan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia,” katanya.
Keluarga yang berkualitas menjadi prasyarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia yang maju. Dimulai dari keluarga, kita semua menerima pendidikan yang nantinya akan menciptakan karakter kita.
“Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional, mari kita tingkatkan semangat mewujudkan lingkungan keluarga yang berkualitas, untuk Indonesia Maju, untuk masa depan bangsa,” katanya.
