FAJARNUSANTARA.COMr – Bupati Cianjur, Muhamad Wahyu Ferdian, menegaskan seluruh program prioritas keagamaan di daerahnya tetap berjalan meski ratusan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser menggelar aksi damai di Pendopo Cianjur, Kamis, 20 November 2025.
Ia memastikan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan janji-janji yang telah disampaikan sejak awal masa jabatan.
Dalam aksi tersebut, massa Ansor dan Banser meminta kepastian realisasi sejumlah program keagamaan yang dinilai belum sesuai harapan, termasuk insentif bagi guru ngaji, imam masjid, dan lembaga keagamaan.
Wahyu merespons tuntutan itu dengan menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap pada jalurnya.
“Insentif guru ngaji kita serahkan, programnya berjalan,” kata Wahyu usai menanggapi aksi di halaman pendopo.
Wahyu menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang dialog bagi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, setiap aspirasi akan ditampung dan diselaraskan dengan skala prioritas pembangunan daerah.
“Semua masyarakat Cianjur kita dengar aspirasinya. Program kita pastikan untuk warga. Kita urutkan sesuai skala prioritas sehingga harapan masyarakat tetap tercapai,” ujarnya.
Bupati menambahkan, pengurutan program dilakukan berdasarkan kebutuhan paling mendesak serta manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup diri dan terus memfasilitasi komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
“Aspirasi kita dengar, program kita pastikan untuk warga. Kita urutkan sesuai prioritas agar harapan masyarakat tetap tercapai,” kata Wahyu menutup pernyataannya.**
