Site icon Fajar Nusantara

Hijaukan Lahan Terdampak Tol, Yayasan Ibu Djati Galakan Tanam Pohon

Pengurus Yayasan Ibu Djati, Kepala Desa Ciebeusi dan Praja IPDN saat Melakukan Penanaman pohon (Foto: Istimewa)

FAJARNUSANTARA, SUMEDANG –Yayasan Incu Buyut Peduli Djatinangor (Ibu Djati) bersama Intitut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Cibeusi serta aparatur Pemerintah Desa Cibeusi melaksanakan giat bersama menghijaukan lingkungan dengan menanam pohon. Sabtu (10/12/2022)

Kegiatan dilaksanakan di lahan tandus  terdampak pembangunan tol Cisumdawu, yakni di kawasan IPDN yang Masuk wilayah RW.02 RW.07 Desa Ciebeusi Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Yayasan Ibu Djati terus berupaya menggalakan penghijauan dengan menanam pohon. Mengusung jargon “Nata Alam Ku Budaya Melak Tangkal”, menjadi visi yang melekat dalam setiap gerak dan langkah demi menghijaukan alam yang Gersang.

Menurut Ketua Yayasan Ibu Djati, Dadang Mulyadi, kegiatan penanaman pohon ini akan terus dilakukan demi melestarikan alam kita yang sudah kaga karuan.

Yayasan Ibu Djati saat ini bergerak dan bekerja menjaga keseimbangan alam secara berkelanjutan dengan  menanam Pohon. Gerakan ini sebagai bentuk aksi kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Mang Dadang Bendo sapaan akrab sehari-harinya mengingatkan, fenomena alam yang terus terjadi, bisa dikatan sebagai teguran pada manusia. Apabila alam tidak dijaga dan dirawat bisa terjadi bencana yang tidak bisa kita duga.

Kegiatan Penanaman Pohon Kerja bareng Destana Desa Cibeusi, Aparatur Desa Cibeusi dan IPDN Serta Yayasan Ibu Djati

“Oleh karena itu Ayo, mari kita bersama sama menanam pohon jangan hanya berpangku tangan, jika kita sayang sama alam maka alam juga akan menjaga kita,” tandas Mang Bendo dengan tegas.

Selanjutnya Ketua Yayasan Ibu Djati ini berpesan, supaya jangan pernah semena-mena mengeksploitasi lingkungan tanpa memperhatikan kedepanya, karena hanya Karena ulah segelintir orang mengakibatkan dampak buruk terhadap banyak aspek.

“Jadi, kenapa tidak dari sekarang kita bergerak, nunggu apalagi? setidaknya jika tidak dari sekarang kapan lagi ada kesempatan kita menanam pohon demi anak cucu kita di masa depan. Jika kita berjuang dari sekarang,  masa depan alam akan lebih baik.” pungkasnya.**

Exit mobile version